Senin, 14 September 2026

Materi Ajar (Selasa, 15 September 2026)

✨ KURIKULUM MERDEKA ✨ 📚 JURNAL HARIAN

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 1. Nama Guru : Purwanti, S.Pd.
📅 2. Hari / Tanggal : Selasa, 15 September 2026
🏫 3. Fase / Kelas : Fase A / Kelas 1
🔢 4. Mata Pelajaran : Matematika
🧩 5. Materi : Penjumlahan
🚀 6. Pertemuan Ke : 7
🌟 APERSEPSI HARI INI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! 😃✨

Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, shalat adalah kewajiban utama kita sebagai seorang muslim 🕌. Dimana Allah SWT sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

☝️ Mengenal Kebesaran Allah SWT:
Allah adalah Al-Khaliq (Zat yang Maha Pencipta) yang menciptakan kita, Al-Malik (Zat yang Maha Memelihara) yang memelihara kehidupan kita dengan sebaik-baiknya keadaan, dan Al-Razzaq (Zat yang Maha Memberi Rezeki) yang selalu menambahkan rezeki serta nikmat-Nya secara berkelimpahan setiap hari 🍎➕🎁.

Tahukah kamu? Sama seperti nikmat dan rezeki dari Allah Al-Razzaq yang senantiasa bertambah dan melimpah, hari ini kita akan memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana angka-angka saling bergabung dan bertambah melalui konsep Penjumlahan! Kemarin anak-anak sudah hebat sekali memahami soal cerita penjumlahan, dan hari ini kita akan makin jago menghitung jumlah semuanya! ➕🔢✨

Hari ini di Pertemuan Ke-7, mari kita berlatih penjumlahan dengan gembira dan penuh semangat! Sudah siap? Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama! 🚀📚

Materi Matematika Kelas 1 - Evaluasi Penjumlahan sampai dengan 10

Matematika Kelas 1 SD

Materi: Evaluasi Penjumlahan sampai dengan 10

1. Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran Matematika (CP 2026):
Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 20. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret, gambar, garis bilangan, serta menyelesaikan evaluasi masalah kontekstual penjumlahan sampai dengan 10 secara mandiri, fleksibel, dan bernalar kritis.

Tujuan Pembelajaran Matematika:

  • Evaluasi materi penjumlahan sampai dengan 10.

Rincian Kegiatan Pembelajaran:

  • Menonton video lagu rangkuman "Petualangan Penjumlahan Sahabat 10" Joyful
  • Latihan Hening Sejenak (mindful breathing) untuk menenangkan pikiran sebelum mengerjakan evaluasi Mindful
  • Bermain game kuis interaktif "Tebak Cepat Pasangan 10" menggunakan kartu angka Joyful
  • Mengkorelasikan pemahaman penjumlahan dengan kegiatan menabung dan berbagi makanan di kehidupan nyata Meaningful
  • Memeriksa kembali jawaban evaluasi dengan teliti dan penuh kesadaran Mindful
  • Pengerjaan tugas mandiri buku cetak Matematika halaman 60-65 untuk mengukur penguasaan materi Meaningful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Evaluasi Penjumlahan:

  1. Tahap 1 (Review & Kuis Interaktif): Mengingat kembali strategi penjumlahan (hitung maju, pasangan bilangan 10, dan kata kunci soal cerita) melalui permainan visual.
  2. Tahap 2 (Praktik Terbimbing): Membahas sampel soal evaluasi bersama guru di papan tulis secara interaktif.
  3. Tahap 3 (Persiapan Mental & Fokus): Melakukan relaksasi singkat agar siswa tenang dan percaya diri dalam menghadapi tes tertulis.
  4. Tahap 4 (Evaluasi Mandiri): Mengerjakan latihan soal evaluasi pada buku cetak Matematika halaman 60-65 secara jujur dan mandiri.

Materi Pokok: Penjumlahan yang Hasilnya 10 (Evaluasi Total)

Alokasi Waktu: 3 x 35 Menit (1 Pertemuan)

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Assessment Based Learning / Direct Instruction berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
  • Metode: Kuis Interaktif, Tanya Jawab, Penugasan Mandiri, Refleksi Diri.

Media & Alat Peraga:

  • Buku Cetak Matematika Kelas 1 SD (Halaman 60-65)
  • Video Edukasi YouTube Rangkuman Penjumlahan
  • Kartu Angka & Kartu Gambar Sahabat 10
  • Papan Tulis & Spidol Warna

2. Pendahuluan: Apersepsi & Keagungan Allah Swt.

Anak-anak yang pandai dan sholeh/sholehah, hari ini kita akan menguji pemahaman kita tentang penjumlahan. Mari kita bersyukur atas keagungan Allah Swt. melalui 3 sifat-Nya:

  • Maha Mencipta: Allah menciptakan akal dan pikiran yang cerdas bagi manusia untuk belajar menghitung dan menyelesaikan berbagai tantangan.
  • Maha Memelihara: Allah memelihara setiap amal kebaikan kita. Setiap kebaikan sekecil apa pun yang kita lakukan akan "dijumlahkan" dan dibalas pahala yang berlipat ganda oleh Allah.
  • Maha Memberi Rezeki: Allah memberi kita kemudahan dalam memahami ilmu matematika sehingga dapat berguna bagi kehidupan kita sehari-hari.

Pertanyaan Pemantik:

"Tahukah kalian bahwa setiap kali kita berbuat satu kebaikan, Allah akan menambahkannya dengan pahala yang banyak? Mengapa kita perlu bersikap jujur dan teliti saat menyelesaikan tugas evaluasi berhitung?"

3. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya (Soal Cerita Penjumlahan)

Sebelum memulai evaluasi mandiri, mari kita ingat kembali materi minggu lalu tentang "Soal Cerita Penjumlahan". Pilihlah jawaban Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Kata kunci seperti "diberi lagi" atau "membeli lagi" menandakan operasi penjumlahan (+). ( B / S )
  2. Jika Ani punya 3 pensil dan diberi Ibu 4 pensil lagi, kalimat matematikanya adalah 3 + 4 = 7. ( B / S )
  3. Cerita: "Ada 5 burung di pohon, lalu 3 burung terbang menjauh" adalah contoh cerita penjumlahan. ( B / S )
  4. Hasil dari 6 + 4 adalah 10. ( B / S )
  5. Jumlah seluruh benda dalam soal cerita diperoleh dengan cara menggabungkan atau menghitung maju. ( B / S )

4. Inti Pembelajaran: Video & Penjelasan Materi

🎬 Tonton Video Pembelajaran Ini Yuk!

Mari menyimak video rangkuman penjumlahan sampai 10 sebelum mengerjakan tugas:

▶ Tonton Video: Rangkuman Penjumlahan Kelas 1 SD

A. Rangkuman Konsep Penjumlahan sampai dengan 10

3 Cara Utama Menyelesaikan Penjumlahan:

  1. Hitung Maju / Garis Bilangan: Mulai dari angka pertama, lalu melompat ke kanan sebanyak angka penambahnya.
  2. Pasangan Sahabat 10: Mengingat pasangan angka yang berjumlah 10 (1+9, 2+8, 3+7, 4+6, 5+5).
  3. Soal Cerita: Membaca cerita, menemukan kata kunci (gabung/total/membeli lagi), lalu membuat kalimat matematika.

B. Contoh Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh 1 (Hitung Langsung): 4 + 5 = 9 🍎 (4 apel digabung 5 apel menjadi 9 apel)

Contoh 2 (Melengkapi ke 10): 7 + 3 = 10 ✏️ (Punya 7 pensil, butuh 3 lagi agar jadi 10)

Contoh 3 (Soal Cerita): Budi punya 2 kelereng, diberi Kakak 6 kelereng. Total kelereng Budi: 2 + 6 = 8 kelereng. ⚪

5. Penutup: Asesmen Formatif (Tugas Mandiri)

📚 TUGAS EVALUASI MANDIRI

Kerjakan soal-soal latihan evaluasi pada:

Buku Cetak Matematika Kelas 1
Halaman 60 sampai 65

Petunjuk Kerjakan:
1. Bacalah setiap soal dengan teliti dan tenang.
2. Gunakan bantuan jari tangan atau gambar jika diperlukan.
3. Tuliskan jawaban dan kalimat matematikanya secara rapi di buku tugasmu!

🔑 Kunci Jawaban Review

Review Materi (Benar/Salah):

1. B | 2. B | 3. S (terbang menjauh adalah pengurangan) | 4. B | 5. B

*Kunci jawaban untuk tugas Buku Cetak Matematika Halaman 60-65 mengacu pada buku pegangan guru.

6. Kesimpulan Materi

Penjumlahan sampai dengan 10 adalah dasar penting dalam matematika. Melalui evaluasi ini, kita dilatih untuk berhitung teliti, jujur, dan terampil menggunakan berbagai cara berhitung dalam kehidupan sehari-hari. Selalu semangat belajar dan bersyukur atas akal yang telah Allah berikan!

7. Catatan Evaluasi Pengajaran (Refleksi Guru)

Aspek Evaluasi Deskripsi / Catatan Lapangan
Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut (Solusi)
Data Ketuntasan Siswa

Siswa yang paham utuh:

Siswa yang belum paham:

Minggu, 13 September 2026

Materi Ajar (Senin, 14 September 2026)

Materi Bahasa Indonesia Kelas 1 - Cara Bermain Ayunan yang Aman

Bahasa Indonesia Kelas 1 SD

Materi: Cara Bermain Ayunan yang Aman

1. Identitas Mata Pelajaran

Nama Guru: Purwanti, S.Pd.
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Hari / Tanggal: Senin, 14 September 2026
Fase / Kelas: A / 1 Utsman bin Affan


Capaian Pembelajaran (CP):
Elemen: Menyimak, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis (Fase A)
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu menyimak dan memahami isi cerita sederhana yang dibacakan, menjawab pertanyaan tentang isi cerita, mempraktikkan cara bermain ayunan secara bergiliran dengan aman, serta menunjukkan sikap saling menghargai saat bermain bersama teman.

Tujuan Pembelajaran (TP):

  • TP Umum: Murid dapat menyimak cerita tentang cara bermain ayunan yang aman, menjawab pertanyaan tentang isi cerita, mempraktikkan bermain bergiliran, dan menunjukkan sikap saling menghargai saat bermain.
  • Meaningful Melalui cerita Mika dan Tio bermain ayunan, peserta didik mampu mengaitkan cara bermain ayunan yang aman dengan pengalaman bermain mereka sendiri di taman bermain.
  • Meaningful Peserta didik mampu menceritakan pengalamannya bermain ayunan bersama teman atau keluarga.
  • Mindful Melalui kegiatan menyimak cerita dan mengamati tata cara bermain ayunan dengan tenang, peserta didik mampu memahami langkah-langkah bermain ayunan yang aman dengan tepat.
  • Mindful Peserta didik mampu memeriksa kesiapan diri (menunggu giliran, memegang rantai ayunan) sebelum bermain ayunan.
  • Joyful Melalui praktik langsung bermain ayunan secara bergiliran dan permainan peran menirukan sikap saling menghargai, peserta didik mampu belajar dengan gembira dan penuh semangat.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

Kode Alur Tujuan Pembelajaran
3.1 Mindful Peserta didik menyimak cerita dan mengamati tata cara bermain ayunan yang aman dengan tenang.
3.2 TP UMUM Peserta didik menjawab pertanyaan tentang isi cerita, mempraktikkan bermain ayunan secara bergiliran, dan menunjukkan sikap saling menghargai. (Inti Materi)
3.3 Meaningful Peserta didik mengaitkan cara bermain ayunan aman dengan pengalaman bermain di taman bermain.
3.4 Meaningful Peserta didik menceritakan pengalaman bermain ayunan bersama teman atau keluarga.
3.5 Mindful Peserta didik memeriksa kesiapan diri sebelum bermain ayunan (menunggu giliran, memegang rantai dengan erat).
3.6 Joyful Peserta didik mempraktikkan bermain ayunan bergiliran dan sikap saling menghargai dengan gembira.

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis cerita dan praktik langsung, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
  • Metode: Discovery Learning, Bercerita (Storytelling), Tanya Jawab & Diskusi Kelompok, Praktik Langsung / Simulasi, Penugasan.

2. Pendahuluan: Mengenal Kebesaran Allah Swt.

Mari kita awali pembelajaran dengan merenungkan Asmaul Husna dan sifat keagungan Allah Swt.:

  • الصَّبُور (As-Sabur - Yang Maha Penyabar): Allah mengajarkan kita untuk bersabar menunggu giliran saat bermain bersama teman.
  • الْعَدْل (Al-‘Adl - Yang Maha Adil): Allah mengajarkan kita untuk berlaku adil dan memberi kesempatan yang sama kepada teman.
  • الْحَافِظ (Al-Hafizh - Yang Maha Memelihara): Allah menjaga kita, maka kita juga harus berhati-hati dan menjaga keselamatan diri saat bermain.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini:
Allah As-Sabur mengajarkan kita untuk bersabar menunggu giliran saat bermain ayunan bersama teman. Allah Al-‘Adl mengajarkan kita untuk memberi kesempatan yang sama kepada teman agar semua bisa bermain. Allah Al-Hafizh menjaga kita, maka kita harus berhati-hati saat bermain ayunan agar tetap aman.

Pertanyaan Perenungan:

1. Allah As-Sabur mengajarkan kita untuk bersabar. Bagaimana perasaanmu jika harus menunggu giliran bermain ayunan?
2. Allah Al-‘Adl mengajarkan kita bersikap adil. Mengapa penting memberi kesempatan yang sama kepada teman saat bermain?
3. Allah Al-Hafizh menjaga kita. Apa yang harus kita lakukan agar tetap aman saat bermain ayunan?

3. Yuk, Ingat Lagi! (Cerita Mika dan Tio Bermain Trampolin)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

  1. Mika dan Tio bermain trampolin di taman bermain. ( B / S )
  2. Sebelum naik trampolin, mereka tidak perlu melepas sepatu. ( B / S )
  3. Salah satu aturan bermain trampolin adalah bermain secara bergiliran. ( B / S )
  4. Mika dan Tio saling mendorong saat bermain trampolin. ( B / S )
  5. Mika dan Tio bisa bermain dengan aman karena mengikuti aturan. ( B / S )
✅ Kunci Jawaban Review:
1. Benar  |  2. Salah (mereka melepas sepatu terlebih dahulu)  |  3. Benar  |  4. Salah (mereka tidak saling mendorong)  |  5. Benar

4. Inti Pembelajaran: Video & Ayo Belajar

🎬 Tonton Video Pembelajaran Ini Yuk!

Saksikan video cara bermain ayunan yang aman di bawah ini sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

▶ Tonton Video: Cara Bermain Ayunan yang Aman

A. Menyimak Cerita “Mika dan Tio Bermain Ayunan”

Setelah puas bermain trampolin, Mika dan Tio berjalan menuju ayunan di taman bermain. Ternyata, ayunan itu hanya ada dua, dan sudah ada beberapa anak lain yang ingin bermain juga.

Tio ingin langsung naik, tetapi Mika mengingatkan, “Kita harus bergiliran, Tio. Biarkan yang datang lebih dulu bermain dulu, ya.” Mereka pun menunggu dengan sabar sambil melihat teman-temannya bermain ayunan secara bergantian.

Ketika tiba giliran mereka, Mika dan Tio duduk dengan benar di ayunan, memegang rantai dengan kedua tangan, dan tidak melompat turun saat ayunan masih bergerak. Setelah puas, mereka turun dengan hati-hati dan memberi giliran kepada teman berikutnya.

Karena bermain bergiliran dan saling menghargai, semua anak bisa bermain ayunan dengan aman dan gembira.

B. Menjawab Pertanyaan tentang Isi Cerita

  1. Ke mana Mika dan Tio pergi setelah bermain trampolin?
  2. Mengapa mereka harus menunggu giliran?
  3. Bagaimana cara duduk yang benar di ayunan?
  4. Apa yang dilakukan Mika dan Tio setelah selesai bermain ayunan?

C. Mempraktikkan Bermain Bergiliran dan Saling Menghargai

  • Praktik: Berlatihlah duduk di ayunan (atau kursi sebagai simulasi), memegang rantai dengan kedua tangan, dan turun dengan hati-hati setelah ayunan berhenti.
  • Latihan Berbicara: Ucapkan kalimat sopan saat menunggu giliran, misalnya “Boleh aku main setelah kamu, ya?”
  • Latihan Menulis: Tuliskan satu kalimat tentang cara bermain ayunan yang aman, misalnya “Aku duduk dengan benar dan memegang rantai ayunan.”

5. Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)

MUDAH 1. Setelah bermain trampolin, Mika dan Tio pergi bermain ....

A. jungkat-jungkit
B. ayunan
C. perosotan
D. bola


MUDAH 2. Cara memegang ayunan yang benar adalah dengan ....

A. satu tangan
B. kedua tangan pada rantai
C. tidak berpegangan
D. memegang kaki


MUDAH 3. Sebelum bermain ayunan, Mika dan Tio harus ....

A. langsung naik
B. menunggu giliran
C. berebut
D. mendorong teman


SEDANG 4. Sikap yang ditunjukkan Mika saat mengingatkan Tio untuk menunggu giliran adalah ....

A. egois
B. sabar dan menghargai teman
C. marah
D. tidak peduli


SEDANG 5. Saat ayunan masih bergerak, sebaiknya kita ....

A. melompat turun
B. tetap duduk hingga berhenti
C. berdiri di ayunan
D. mendorong teman


SEDANG 6. Setelah selesai bermain ayunan, Mika dan Tio ....

A. langsung pergi tanpa memberi giliran
B. memberi giliran kepada teman berikutnya
C. tetap duduk di ayunan
D. mengunci ayunan


SEDANG 7. Sikap saling menghargai saat bermain ditunjukkan dengan ....

A. berebut mainan
B. memberi kesempatan teman bermain
C. mengejek teman
D. bermain sendirian


SUKAR 8. Jika ada banyak anak ingin bermain ayunan tetapi jumlah ayunan terbatas, sikap yang tepat adalah ....

A. berebut
B. bermain bergiliran dengan sabar
C. mendorong teman
D. merusak ayunan


SUKAR 9. Turun dari ayunan yang aman adalah dengan cara ....

A. melompat saat ayunan masih bergerak
B. menunggu ayunan berhenti lalu turun perlahan
C. didorong teman
D. berdiri di ayunan


SUKAR 10. Jika temanmu tidak mau bergiliran saat bermain ayunan, sikap yang tepat adalah ....

A. memaksanya
B. mengingatkan dengan sopan untuk bergiliran
C. merebut ayunan
D. marah dan pergi

6. Jejak Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

Elemen Penerapan dalam Pembelajaran
Mindful
(Kesadaran Penuh)
  • Mengenal Asmaul Husna As-Sabur, Al-‘Adl, dan Al-Hafizh melatih siswa merenungkan pentingnya sabar dan menjaga keselamatan.
  • Menyimak cerita dan mengamati tata cara bermain ayunan dengan tenang melatih ketelitian siswa memahami langkah-langkah bermain aman.
  • Memeriksa kesiapan diri sebelum bermain ayunan melatih kesadaran diri siswa.
Meaningful
(Bermakna)
  • Cara bermain ayunan aman dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa bermain di taman bermain.
  • Siswa menceritakan pengalamannya bermain ayunan bersama teman atau keluarga.
Joyful
(Menyenangkan)
  • Praktik langsung bermain ayunan secara bergiliran membuat siswa lebih mudah dan senang memahami cara bermain aman.
  • Permainan peran menirukan sikap saling menghargai membuat siswa antusias berlatih tanpa merasa tertekan.

7. Kesimpulan

Hari ini kita belajar cara bermain ayunan yang aman, yaitu duduk dengan benar, memegang rantai dengan kedua tangan, menunggu ayunan berhenti sebelum turun, serta bermain secara bergiliran dan saling menghargai.

Seperti Allah As-Sabur yang mengajarkan kesabaran dan Allah Al-‘Adl yang mengajarkan keadilan, mari kita selalu bersabar menunggu giliran dan menghargai teman saat bermain bersama. 🌟

Pada materi ini terdapat 3 siswa yang belum memahami materi

Kamis, 10 September 2026

Materi Ajar (Jumat, 11 September 2026)

✨ KURIKULUM MERDEKA ✨ 📚 JURNAL HARIAN

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 1. Nama Guru : Purwanti, S.Pd.
📅 2. Hari / Tanggal : Jumat, 11 September 2026
🏫 3. Fase / Kelas : Fase A / Kelas 1
🎨 4. Mata Pelajaran : Seni Rupa
🖍️ 5. Materi : Garis membuat bentuk
🚀 6. Pertemuan Ke : 7
🌟 APERSEPSI HARI INI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! 😃✨

Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, shalat adalah kewajiban utama kita sebagai seorang muslim 🕌. Dimana Allah SWT sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

☝️ Mengenal Kebesaran Allah SWT:
Allah adalah Al-Khaliq (Zat yang Maha Pencipta) yang menciptakan alam semesta dan benda-benda indah di sekeliling kita, Al-Malik (Zat yang Maha Memelihara) yang memelihara kehidupan kita dengan sebaik-baiknya keadaan, serta Al-Razzaq (Zat yang Maha Memberi Rezeki) yang memberi kita nikmat mata dan tangan untuk berkreasi 📐🔺🟡.

Tahukah kamu? Allah Al-Khaliq merancang setiap ciptaan-Nya dengan bentuk yang sangat indah dan sempurna. Kemarin anak-anak sudah belajar tentang garis yang menunjukkan gerakan, dan hari ini kita akan menghubungkan garis-garis tersebut untuk membuat berbagai bentuk menarik melalui materi Garis membuat bentuk! ⬛🔺🔴✨

Hari ini di Pertemuan Ke-7, mari kita menggambar dan merangkai garis menjadi bentuk-bentuk yang indah dengan gembira dan penuh semangat! Sudah siap? Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama! 🚀🎨

Materi Seni Rupa Kelas 1 - Membuat Gambar Mati Tampak Hidup dan Garis Membuat Bentuk

Seni Rupa Kelas 1 SD

Materi: Membuat Gambar Mati Tampak Hidup melalui Garis yang Membentuk Bentuk

1. Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran Seni Rupa (CP 2026):
Peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan merespons unsur-unsur rupa dasar seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur di lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu mengaplikasikan variasi garis dan warna untuk menciptakan kesan bentuk, ruang, serta menghidupkan objek gambar secara ekspresif dan penuh percaya diri.

Tujuan Pembelajaran Seni Rupa:

  • Belajar bagaimana cara membuat gambar yang mati menjadi tampak hidup.

Rincian Kegiatan Pembelajaran:

  • Menonton video animasi pembelajaran "Keajaiban Garis: Menghidupkan Gambar Mati" Joyful
  • Latihan hening sejenak (mindful observation) mengamati benda-benda nyata di kelas dan memperhatikan bentuk garis tepinya Mindful
  • Permainan "Menari Garis di Udara" menirukan gerak bentuk hewan dan tumbuhan Joyful
  • Mengkorelasikan gambar mati dengan objek nyata di alam ciptaan Allah Meaningful
  • Fokus dan konsentrasi tinggi melengkapi garis-garis bentuk pada lembar LKPD Mindful
  • Mewarnai dan menambahkan detil ekspresi wajah/gerakan pada objek agar tampak dinamis dan hidup Meaningful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Membuat Gambar Tampak Hidup:

  1. Tahap 1 (Mengamati & Membandingkan): Mengamati perbedaan antara gambar sketsa polos (gambar mati) dan gambar yang diberi garis ekspresif serta warna (gambar hidup).
  2. Tahap 2 (Eksplorasi Garis Bentuk): Menghubungkan titik-titik garis mendasar untuk menutup bidang hingga membentuk pola benda nyata (lingkaran menjadi matahari, segitiga menjadi gunung).
  3. Tahap 3 (Menambahkan Detil & Gerak): Menambahkan garis aksen (seperti garis senyum, garis angin, atau mata) agar objek terasa bernyawa dan bergerak.
  4. Tahap 4 (Penyelesaian / LKPD): Menyelesaikan lembar kerja melengkapi sketsa garis dasar menjadi bentuk gambar yangutuh dan hidup.

Materi Pokok: Garis Membuat Bentuk (Membuat Gambar Tampak Hidup)

Alokasi Waktu: 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Project Based Learning (PjBL) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
  • Metode: Demonstrasi Visual, Eksplorasi Garis, Praktek Menggambar (LKPD), Tanya Jawab.

Media & Alat Peraga:

  • Video Edukasi YouTube tentang Garis Membuat Bentuk
  • Gambar Perbandingan (Gambar Polos Mati vs Gambar Hidup)
  • Papan Tulis & Spidol Warna
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Melengkapi Gambar
  • Pensil, Krayon, dan Penghapus

2. Pendahuluan: Apersepsi & Keagungan Allah Swt.

Anak-anak yang kreatif dan sholeh/sholehah, tahukah kalian betapa indahnya bentuk-bentuk yang ada di alam semesta? Allah Swt. telah merancang semuanya dengan sangat sempurna! Mari kita bersyukur melalui 3 sifat keagungan-Nya:

  • Maha Mencipta: Allah menciptakan beraneka ragam bentuk di bumi, mulai dari bulatnya buah jeruk, tingginya segitiga gunung, hingga eloknya lekukan kelopak bunga.
  • Maha Memelihara: Allah memelihara kehidupan semua makhluk sehingga tumbuh-tumbuhan berkembang dan hewan-hewan bergerak dengan penuh keceriaan.
  • Maha Memberi Rezeki: Allah memberikan kita mata yang cermat dan tangan yang terampil sehingga kita bisa membuat karya seni menggambar dengan indah.

Pertanyaan Pemantik:

"Mengapa lingkaran polos di kertas terasa sepi, tetapi ketika kita beri garis sinar dan senyuman, lingkaran itu berubah menjadi Matahari yang gembira? Bagaimana garis bisa membuat gambar terasa 'hidup'?"

3. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya (Garis Menunjukkan Gerakan)

Sebelum kita belajar membuat gambar tampak hidup, mari kita ingat kembali materi minggu lalu tentang "Garis Menunjukkan Gerakan". Pilihlah jawaban Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Garis bergelombang cocok digunakan untuk menggambarkan gerakan ombak di laut. ( B / S )
  2. Garis zig-zag yang tajam memberi kesan gerakan kilatan petir. ( B / S )
  3. Garis spiral berputar dapat digunakan untuk menggambarkan angin puting beliung. ( B / S )
  4. Garis lurus diam tidak bisa dipadukan dengan garis gerak dalam seni rupa. ( B / S )
  5. Garis putus-putus cocok untuk menggambarkan tetesan air hujan yang jatuh. ( B / S )

4. Inti Pembelajaran: Video & Penjelasan Materi

🎬 Tonton Video Pembelajaran Ini Yuk!

Saksikan bagaimana garis-garis sederhana dapat bertemu dan membentuk gambar yang hidup di sini:

▶ Tonton Video: Garis Membuat Bentuk Kelas 1 SD

A. Rahasia Mengubah "Gambar Mati" Menjadi "Gambar Hidup"

Gambar Mati: Gambar sketsa awal yang hanya berupa garis tepi tipis, kaku, polos, dan belum memiliki bentuk lengkap atau ekspresi.

Gambar Hidup: Gambar yang diberi garis tertutup hingga membentuk bidang, dilengkapi detail aksen (mata, senyum, tekstur, garis gerak), serta diberi warna yang gembira.

B. Bagaimana Garis Menjadi Bentuk?

Ketika dua ujung garis bertemu, garis itu akan mengurung ruang dan menjadi Bentuk!

  • Garis Lengkung Tertutup ➔ Bentuk Lingkaran (Contoh: Bola, Matahari, Jeruk).
  • 3 Garis Lurus Pertemuan ➔ Bentuk Segitiga (Contoh: Gunung, Atap Rumah, Potongan Pizza).
  • 4 Garis Lurus Pertemuan ➔ Bentuk Persegi / Kotak (Contoh: Jendela, Buku, Kado).

C. Contoh Membuat Gambar Tampak Hidup dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Menghidupkan Lingkaran Polos:

  • Gambar Mati: Hanya lingkaran kosong.
  • Menjadi Hidup: Tambahkan 2 titik mata, garis lengkung senyum, dan garis-garis sinar di sekelilingnya ➔ Terbentuklah Matahari Tersenyum! ☀️

2. Menghidupkan Bentuk Bintang / Ikan:

  • Gambar Mati: Bentuk garis oval kaku.
  • Menjadi Hidup: Tambahkan garis ekor segitiga, garis sisik lengkung, mata melotot, dan gelembung air di sekitarnya ➔ Terbentuklah Ikan Berenang! 🐟

5. Penutup: Asesmen Formatif (LKPD)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Tugas: "Sulap Gambar Mati Menjadi Gambar Hidup!"

Petunjuk Kerjakan:
Perhatikan bentuk-bentuk garis dasar di bawah ini. Sambungkan garisnya, dan lengkapi bagian yang kurang,agar gambar di dalam kotak tampak hidup!

🔑 Petunjuk Penilaian & Kunci Jawaban Review

Review Materi (Benar/Salah):

1. B | 2. B | 3. B | 4. S | 5. B

Rubrik Penilaian LKPD (Kreativitas & Garis Bentuk):

  • Sangat Baik: Siswa mampu menyambung garis membentuk bidang utuh, menambahkan detail ekspresi (mata/senyum/gerak), dan mewarnai rapi.
  • Baik: Siswa mampu melengkapi garis menjadi bentuk benda yang dikenali dengan detail sederhana.
  • Cukup: Siswa baru menyelesaikan sebagian garis tanpa menambahkan detail penghidup gambar.

6. Kesimpulan Materi

Setiap garis yang kita goreskan memiliki kekuatan magic! Dengan menyambungkan garis-garis sederhana menjadi bentuk tertutup serta menambahkan detail ekspresi seperti mata, senyuman, dan garis gerakan, kita dapat mengubah gambar yang tadinya mati menjadi karya seni rupa yang hidup, gembira, dan bermakna.

7. Catatan Evaluasi Pengajaran (Refleksi Guru)

Aspek Evaluasi Deskripsi / Catatan Lapangan
Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut (Solusi)
Data Ketuntasan Siswa

Siswa yang paham utuh:

Siswa yang belum paham:

Rabu, 09 September 2026

Materi Ajar (Kamis, 10 September 2026)

✨ KURIKULUM MERDEKA ✨ 📚 JURNAL HARIAN

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 1. Nama Guru : Purwanti, S.Pd.
📅 2. Hari / Tanggal : Kamis, 9 September 2026
🏫 3. Fase / Kelas : Fase A / Kelas 1
🔢 4. Mata Pelajaran : Matematika
🧩 5. Materi : Penjumlahan soal cerita
🚀 6. Pertemuan Ke : 6
🌟 APERSEPSI HARI INI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! 😃✨

Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, shalat adalah kewajiban utama kita sebagai seorang muslim 🕌. Dimana Allah SWT sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

☝️ Mengenal Kebesaran Allah SWT:
Allah adalah Al-Khaliq (Zat yang Maha Pencipta) yang menciptakan alam semesta, Al-Malik (Zat yang Maha Memelihara) yang memelihara kehidupan kita dengan sebaik-baiknya keadaan, serta Al-Razzaq (Zat yang Maha Memberi Rezeki) yang tidak pernah berhenti menambahkan nikmat dan rezeki-Nya kepada kita setiap hari 🍎🍊.

Tahukah kamu? Sama seperti rezeki dari Allah Al-Razzaq yang senantiasa bertambah dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menemukan cerita tentang nikmat yang bertambah melalui materi Penjumlahan soal cerita! Kemarin anak-anak sudah hebat memahami dasar cerita penjumlahan, dan hari ini kita akan makin terampil menyelesaikan petualangan soal cerita Matematika! 📖➕✨

Hari ini di Pertemuan Ke-6, mari kita membaca cerita seru dan menghitung penjumlahannya dengan gembira dan penuh semangat! Sudah siap? Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama! 🚀📚

Materi Matematika Kelas 1 - Soal Cerita Penjumlahan sampai dengan 10

Matematika Kelas 1 SD

Materi: Menyelesaikan Soal Cerita Penjumlahan sampai dengan 10

1. Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran Matematika (CP 2026):
Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 20. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret, gambar, serta menyelesaikan masalah kontekstual berupa soal cerita penjumlahan dan pengurangan sampai dengan 10 secara fleksibel dan bernalar kritis.

Tujuan Pembelajaran Matematika:

  • Belajar menyelesaikan soal cerita penjumlahan sampai dengan 10.

Rincian Kegiatan Pembelajaran:

  • Menonton video cerita animasi "Petualangan Berhitung Dongeng Budi" Joyful
  • Latihan Hening Sejenak (mindful listening) mendengarkan pembacaan cerita matematika dengan fokus Mindful
  • Bermain peran (Role Play) menjadi penjual dan pembeli buah menggunakan benda konkret Joyful
  • Mengkorelasikan cerita matematika dengan pengalaman sehari-hari (membeli kue, mengumpulkan pensil) Meaningful
  • Mengamati cerita dan menemukan kata kunci penjumlahan (datang lagi, diberi, membeli lagi, jumlah seluruhnya) secara tenang Mindful
  • Menerjemahkan teks cerita menjadi kalimat matematika penjumlahan Meaningful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Soal Cerita Penjumlahan:

  1. Tahap 1 (Konkret & Role Play): Memeragakan kejadian cerita nyata menggunakan benda konkret (seperti buah atau kelereng).
  2. Tahap 2 (Visual & Identifikasi Kata Kunci): Membaca cerita bergambar dan melingkari kata kunci penjumlahan.
  3. Tahap 3 (Simbolik): Menerjemahkan informasi cerita menjadi kalimat matematika (misal: 4 + 3 = 7).
  4. Tahap 4 (Aplikasi & Penyelesaian Masalah): Menyelesaikan soal cerita dalam lembar kerja dan menjelaskan hasil penyelesaiannya.

Materi Pokok: Penjumlahan yang Hasilnya 10 (Soal Cerita)

Alokasi Waktu: 3 x 35 Menit (1 Pertemuan)

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Problem Based Learning (PBL) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
  • Metode: Bermain Peran (Role Play), Bercerita (Storytelling), Tanya Jawab, Penugasan.

Media & Alat Peraga:

  • Benda Konkret (Buah tiruan, kelereng, stik es krim)
  • Kartu Cerita Bergambar (Story Cards)
  • Video Edukasi YouTube Soal Cerita Penjumlahan
  • Papan Tulis Kecil & Spidol Warna
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Bergambar

2. Pendahuluan: Apersepsi & Keagungan Allah Swt.

Anak-anak hebat, pernahkah kalian membantu Ibu membeli buah di pasar? Allah Swt. menciptakan berbagai kejadian dalam hidup kita yang penuh keteraturan! Mari kita bersyukur melalui 3 sifat keagungan-Nya:

  • Maha Mencipta: Allah menciptakan beraneka ragam benda dan makanan manis di sekitar kita untuk kita hitung dan nikmati bersama.
  • Maha Memelihara: Allah memelihara hubungan baik antarmanusia dengan mengajarkan kita untuk saling berbagi rezeki sehingga kebaikan kita terus bertambah.
  • Maha Memberi Rezeki: Allah memberikan kita rezeki berupa makanan, mainan, serta akal yang cerdas untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan Pemantik:

"Jika Ibu memberimu 3 buah apel, lalu Ayah membawakan lagi 2 buah apel untukmu, apakah buah apelmu makin banyak atau makin sedikit? Mengapa nikmat yang diberikan Allah kepada kita selalu bertambah saat kita bersyukur?"

3. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya (Penjumlahan yang Hasilnya 10)

Sebelum belajar soal cerita, mari kita ingat kembali materi minggu lalu tentang "Penjumlahan yang Hasilnya 10". Pilihlah jawaban Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Hasil dari penjumlahan 6 + 4 adalah 10. ( B / S )
  2. Pasangan angka agar menjadi 10 dari angka 7 adalah 2. ( B / S )
  3. Pasangan kembar 5 + 5 jika dijumlahkan hasilnya adalah 10. ( B / S )
  4. Jika kita punya 8 bola, kita butuh 2 bola lagi agar jumlahnya menjadi 10. ( B / S )
  5. Penjumlahan 3 + 6 hasilnya sama dengan 10. ( B / S )

4. Inti Pembelajaran: Video & Penjelasan Materi

🎬 Tonton Video Pembelajaran Ini Yuk!

Mari menyimak cara mudah menyelesaikan soal cerita penjumlahan di sini:

▶ Tonton Video: Soal Cerita Penjumlahan Kelas 1 SD

A. Mengenal Langkah Menyelesaikan Soal Cerita

Soal Cerita adalah cerita singkat dalam kehidupan sehari-hari yang berisi masalah matematika.

4 Langkah Mudah Menyelesaikan Soal Cerita:

  1. Baca: Baca cerita dengan teliti.
  2. Cari Kata Kunci: Temukan kata penjumlah seperti diberi lagi, membeli lagi, datang lagi, digabung, total, seluruhnya.
  3. Tulis Kalimat Matematika: Tuliskan angka dan tanda tambah (+).
  4. Hitung Hasilnya: Cari jawaban akhir dengan menghitung maju atau memakai jari.

B. Contoh Kehidupan Sehari-hari

Cerita 1: Piring Kue Siti

Siti memiliki 4 kue donat di atas piring 🍩🍩🍩🍩.

Ibu memberi Siti 3 kue donat lagi 🍩🍩🍩.

Berapa jumlah seluruh kue donat Siti sekarang?

Penyelesaian:

Kata Kunci: diberi lagi, jumlah seluruh ➔ Penjumlahan (+)

Kalimat Matematika: 4 + 3 = 7

Jadi, jumlah seluruh kue donat Siti ada 7 buah.

Cerita 2: Burung di Dahan Pohon

Ada 6 burung sedang hinggap di dahan pohon 🐦🐦🐦🐦🐦🐦.

Kemudian 4 burung lagi datang hinggap di dahan itu 🐦🐦🐦🐦.

Berapa banyak burung di dahan pohon sekarang?

Penyelesaian:

Kata Kunci: datang lagi ➔ Penjumlahan (+)

Kalimat Matematika: 6 + 4 = 10

Jadi, banyak burung di dahan pohon sekarang ada 10 ekor.

5. Penutup: Asesmen Formatif

Bacalah soal cerita di bawah ini, lalu tuliskan kalimat matematika dan jawabannya!

[Tingkat Mudah]

1. Budi mempunyai 5 kelereng. Ayah memberi Budi 2 kelereng lagi. Berapa jumlah kelereng Budi sekarang?

Kalimat Matematika: .... + .... = ....

2. Ani membawa 4 jeruk ke sekolah. Lani membawa 4 jeruk. Berapa jumlah jeruk Ani dan Lani jika digabungkan?

Kalimat Matematika: .... + .... = ....

[Tingkat Sedang]

3. Di dalam akuarium ada 6 ikan mas. Edo memasukkan lagi 3 ikan mas ke dalam akuarium. Berapa ekor jumlah ikan mas di akuarium sekarang?

Kalimat Matematika: .... + .... = ....

4. Dodi memelihara 7 anak ayam. Hari ini 3 anak ayam menetas lagi dari telurnya. Berapa jumlah anak ayam Dodi seluruhnya sekarang?

Kalimat Matematika: .... + .... = ....

[Tingkat Sukar]

5. Siti menata 3 buku di meja. Kemudian Budi menaruh 2 buku di meja yang sama. Lalu Ibu menambahkan lagi 4 buku. Berapa jumlah buku yang ada di atas meja sekarang?

Kalimat Matematika: .... + .... + .... = ....

🔑 Kunci Jawaban

Review Materi (Benar/Salah):

1. B | 2. S (seharusnya 3) | 3. B | 4. B | 5. S (3 + 6 = 9)

Isian Formatif:

  1. 5 + 2 = 7 kelereng
  2. 4 + 4 = 8 jeruk
  3. 6 + 3 = 9 ikan mas
  4. 7 + 3 = 10 anak ayam
  5. 3 + 2 + 4 = 9 buku

6. Kesimpulan Materi

Menyelesaikan soal cerita penjumlahan sangat mudah dan menyenangkan! Cukup baca ceritanya dengan teliti, temukan kata kunci penjumlah seperti diberi lagi atau datang lagi, lalu ubah cerita menjadi kalimat matematika sederhana untuk menemukan hasilnya.

7. Catatan Evaluasi Pengajaran (Refleksi Guru)

Aspek Evaluasi Deskripsi / Catatan Lapangan
Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut (Solusi)
Data Ketuntasan Siswa

Siswa yang paham utuh:

Siswa yang belum paham:

Selasa, 08 September 2026

Materi Ajar (Rabu, 9 September 2026)

✨ KURIKULUM MERDEKA ✨ 📚 JURNAL HARIAN

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 1. Nama Guru : Purwanti, S.Pd.
📅 2. Hari / Tanggal : Rabu, 9 September 2026
🏫 3. Fase / Kelas : Fase A / Kelas 1
📖 4. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
🎡 5. Materi : Bermain di taman bermain
🚀 6. Pertemuan Ke : 6
🌟 APERSEPSI HARI INI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! 😃✨

Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, shalat adalah kewajiban utama kita sebagai seorang muslim 🕌. Dimana Allah SWT sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

☝️ Mengenal Kebesaran Allah SWT:
Allah adalah Al-Khaliq (Zat yang Maha Pencipta) yang menciptakan alam semesta dan pepohonan indah, Al-Malik (Zat yang Maha Memelihara) yang senantiasa menjaga keselamatan kita, serta Al-Razzaq (Zat yang Maha Memberi Rezeki) yang melimpahkan nikmat berupa tempat yang indah untuk bermain bersama teman-teman 🌳🛝.

Tahukah kamu? Allah Al-Razzaq memberikan kita rezeki berupa taman bermain yang asri serta teman-teman yang ramah. Kemarin anak-anak sudah hebat sekali mempelajari aturan bermain aman dan tidak aman. Hari ini kita akan menjelajah cerita seru tentang Bermain di taman bermain sambil tetap menjaga keselamatan dan kerukunan bersama! 🎡🎠✨

Hari ini di Pertemuan Ke-6, mari kita membaca cerita dan berpetualang di taman bermain dengan gembira dan penuh semangat! Sudah siap? Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama! 🚀📚

Materi Bahasa Indonesia Kelas 1 - Bermain Ayunan dengan Aman & Sikap Baik Saat Bermain

Bahasa Indonesia Kelas 1 SD

Materi: Cara Bermain Ayunan yang Aman & Sikap Baik Saat Bermain

1. Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026):
Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang diri dan lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu memahami informasi dari teks lisan, visual, dan audiovisual sederhana, serta mampu menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan santun dan aman.

Tujuan Pembelajaran:

  • Menjelaskan cara bermain ayunan dengan aman.
  • Mengidentifikasi sikap baik dan tidak baik saat bermain bersama teman.

Rincian Kegiatan Pembelajaran:

  • Menonton video lagu dan cerita "Serunya Bermain Ayunan dengan Aman" Joyful
  • Latihan hening sejenak (mindful breathing) untuk menyadari keselamatan fisik saat bergerak Mindful
  • Mengamati gambar poster "Sikap Baik dan Buruk di Taman Bermain" Meaningful
  • Simulasi gaya bermain ayunan dan memeragakan antre bergiliran secara berpasangan Joyful
  • Diskusi reflektif memilah gambar contoh sikap terpuji saat bermain bersama Meaningful
  • Refleksi perasaan mengenai kebahagiaan memiliki teman yang saling menjaga Mindful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Tahap 1 (Mengamati & Mengenal): Memperhatikan ilustrasi dan video tentang tata cara bermain ayunan serta sikap saat bermain bersama.
  2. Tahap 2 (Memahami & Mengidentifikasi): Menemukan perbedaan antara cara bermain ayunan yang aman dan berbahaya, serta membedakan sikap terpuji dan tidak santun.
  3. Tahap 3 (Membaca & Menganalisis): Membaca teks narasi pendek sederhana tentang pengalaman anak-anak bermain ayunan di taman.
  4. Tahap 4 (Mengevaluasi & Menceritakan): Menyebutkan aturan keselamatan bermain ayunan dan menceritakan kembali sikap baik saat bermain di depan kelas.

Materi Pokok: Bermain Aman dan Tidak Aman

Alokasi Waktu: 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Problem Based Learning (PBL) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
  • Metode: Role Playing (Simulasi), Pengamatan Gambar, Tanya Jawab, Diskusi Kelompok, Penugasan.

Media & Alat Peraga:

  • Video Edukasi YouTube tentang Keselamatan Bermain Ayunan
  • Kartu Gambar (Flashcard) Sikap Baik vs Sikap Buruk
  • Poster A3 "Aturan Main Ayunan yang Aman"
  • Boneka tangan untuk peragaan cerita

2. Pendahuluan: Apersepsi & Keagungan Allah Swt.

Anak-anak yang sholeh dan sholehah, Allah Swt. sangat mencintai anak-anak yang menjaga diri dan menyayangi temannya. Mari kita syukuri kebesaran Allah Swt. melalui 3 sifat keagungan-Nya:

  • Maha Mencipta: Allah menciptakan tangan untuk memegang erat tali ayunan dan kaki untuk menjaga keseimbangan tubuh kita saat berayun.
  • Maha Memelihara: Allah memelihara keselamatan kita. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dan tidak bertindak ceroboh saat bermain agar tubuh tidak cedera.
  • Maha Memberi Rezeki: Allah memberi kita rezeki berupa teman-teman yang ramah serta kesempatan bermain gembira di taman sekolah.

Pertanyaan Pemantik:

"Saat kalian naik ayunan, mengapa tangan kita harus memegang tali ayunan dengan kuat? Bagaimana perasaan temanmu jika kamu mau bergantian main ayunan dengan sabar?"

3. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya (Bermain Aman dan Tidak Aman)

Sebelum memulai materi hari ini, mari kita ingat kembali materi minggu lalu tentang "Bermain Aman dan Tidak Aman". Pilihlah jawaban Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Bermain di taman dan lapangan rumput adalah contoh tempat bermain yang aman. ( B / S )
  2. Bermain layang-layang di pinggir jalan raya sangat aman untuk anak-anak. ( B / S )
  3. Memakai helm dan pelindung lutut saat naik sepeda dapat menjaga tubuh dari cedera. ( B / S )
  4. Mendorong teman saat bermain di tempat tinggi adalah tindakan yang terpuji. ( B / S )
  5. Menjaga keselamatan saat bermain adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt. ( B / S )

4. Inti Pembelajaran: Penjelasan Materi

A. Cara Bermain Ayunan dengan Aman

Ayunan adalah permainan yang sangat menyenangkan, tetapi kita harus tahu aturan kesalamatannya agar tidak jatuh.

Aturan Bermain Ayunan yang Aman (✔):

  • Duduklah dengan rapi di atas papan ayunan (jangan berdiri di atas ayunan).
  • Pegang erat-erat kedua tali ayunan menggunakan kedua tangan.
  • Ayunkan kaki perlahan-lahan, jangan berayun terlalu tinggi.
  • Tunggulah di tempat yang aman (di samping/di belakang) saat menunggu giliran, jangan berdiri tepat di depan ayunan yang sedang bergerak.
  • Jangan melompat turun saat ayunan masih bergerak kencang.

B. Sikap Baik dan Tidak Baik Saat Bermain Bersama Teman

1. Sikap BAIK Saat Bermain (✔):

  • Antre dan bergantian main ayunan dengan sabar.
  • Meminta izin saat ingin meminjam mainan teman.
  • Mengucapkan terima kasih dan membantu teman yang terjatuh.
  • Berbicara dengan bahasa yang santun dan senyum yang ramah.

2. Sikap TIDAK BAIK Saat Bermain (✖):

  • Berebut mainan atau merebut ayunan yang sedang dipakai teman.
  • Mendorong atau mengejek teman yang belum mahir main.
  • Marah dan menangis saat tidak menang dalam permainan.

5. Penutup: Asesmen Formatif

Pahami Teks BACAAN Berikut Ini:

Gantian Main Ayunan di Taman

Siti dan Lani pergi ke taman sekolah saat jam istirahat. Di sana ada satu ayunan kosong. Siti duduk rapi di papan ayunan lalu memegang tali ayunan dengan erat. Lani membantu mengayunkan perlahan dari belakang. Setelah menghitung sampai sepuluh, Siti turun dari ayunan dengan hati-hati. Siti lalu bergantian memberikan ayunan kepada Lani. Tiba-tiba, Doni datang dan ingin merebut ayunan Lani. Siti dan Lani mengingatkan Doni agar mau mengantre dengan sabar. Doni sadar lalu minta maaf dan mau mengantre dengan tertib.

Jawablah pertanyaan esai singkat di bawah ini berdasarkan bacaan di atas!

[Tingkat Mudah]

1. Apa yang dipegang erat oleh Siti saat sedang duduk di papan ayunan?

2. Siapa nama anak yang membantu mengayunkan ayunan Siti dari belakang?

[Tingkat Sedang]

3. Tuliskan dua cara bermain ayunan dengan aman yang dilakukan oleh Siti dalam cerita!

4. Menurutmu, mengapa tindakan Doni yang ingin merebut ayunan Lani termasuk sikap yang tidak baik?

[Tingkat Sukar]

5. Jika kamu melihat temanmu melompat turun saat ayunan masih berayun sangat kencang, apa yang akan kamu katakan untuk mengingatkannya demi keselamatannya?

🔑 Kunci Jawaban

Review Materi (Benar/Salah):

1. B | 2. S | 3. B | 4. S | 5. B

6. Kesimpulan Materi

Bermain ayunan akan terasa aman dan menyenangkan jika kita memegang tali dengan kuat, duduk rapi, dan tidak berayun terlalu tinggi. Selain itu, menunjukkan sikap baik seperti mengantre dengan sabar, tidak berebut, dan saling menjaga keselamatan akan membuat kita disukai banyak teman!

7. Catatan Evaluasi Pengajaran (Refleksi Guru)

Aspek Evaluasi Deskripsi / Catatan Lapangan
Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut (Solusi)
Data Ketuntasan Siswa

Siswa yang paham utuh:

Siswa yang belum paham: