Senin, 07 September 2026

Materi Ajar (Selasa, 8 September 2026)

✨ KURIKULUM MERDEKA ✨ 📚 JURNAL HARIAN

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 1. Nama Guru : Purwanti, S.Pd.
📅 2. Hari / Tanggal : Selasa, 8 September 2026
🏫 3. Fase / Kelas : Fase A / Kelas 1
🔢 4. Mata Pelajaran : Matematika
🧩 5. Materi : Penjumlahan yang hasilnya 10
🚀 6. Pertemuan Ke : 5
🌟 APERSEPSI HARI INI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! 😃✨

Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, shalat adalah kewajiban utama kita sebagai seorang muslim 🕌. Dimana Allah SWT sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

☝️ Mengenal Kebesaran Allah SWT:
Allah adalah Al-Khaliq (Zat yang Maha Pencipta) yang menciptakan kita dengan sempurna lengkap dengan 10 jari tangan yang sangat berguna, Al-Malik (Zat yang Maha Memelihara) yang senantiasa menjaga kita, dan Al-Razzaq (Zat yang Maha Memberi Rezeki) yang melimpahkan nikmat-Nya setiap hari 🤲.

Tahukah kamu? Allah Al-Khaliq menciptakan 10 jari di tangan kita sebagai salah satu karunia-Nya. Kemarin anak-anak sudah hebat sekali belajar tentang penjumlahan berulang, dan hari ini kita akan menggunakan jari-jari indah ciptaan Allah untuk berpetualang menemukan pasangan angka dalam Penjumlahan yang hasilnya 10! 🖐️+🖐️=🔟✨

Hari ini di Pertemuan Ke-5, mari kita menghitung dan menemukan berbagai cara untuk menghasilkan angka 10 dengan gembira dan penuh semangat! Sudah siap? Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama! 🚀📚

Materi Matematika Kelas 1 - Penjumlahan yang Hasilnya 10

Matematika Kelas 1 SD

Materi: Penjumlahan yang Hasilnya 10

1. Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran Matematika (CP 2026):
Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 20. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret, gambar, serta mengidentifikasi pasangan bilangan (number bonds) yang membentuk angka 10 secara fleksibel dan bernalar kritis.

Tujuan Pembelajaran Matematika:

  • Menemukan pasangan bilangan yang jumlahnya 10.

Rincian Kegiatan Pembelajaran:

  • Menonton video lagu edukasi "Pasangan Bilangan Sahabat 10" Joyful
  • Latihan hening sejenak (mindful breathing) sambil mengamati dan menghitung 10 jari tangan sendiri Mindful
  • Bermain game "Cari Pasangan Sahabat 10" menggunakan kartu angka dan bingkai 10 (ten-frame) Joyful
  • Mengkorelasikan pembuatan angka 10 dengan benda sehari-hari (10 donat dalam kotak, 10 pensil warna) Meaningful
  • Mengamati sisa ruang kosong pada bingkai 10 secara fokus dan tenang Mindful
  • Menuliskan variasi pasangan kalimat matematika penjumlahan yang menghasilkan 10 Meaningful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Penjumlahan yang Hasilnya 10:

  1. Tahap 1 (Konkret & Sensori): Menghitung dan melipat 10 jari tangan atau menata 10 manik-manik untuk menemukan pasangan angka.
  2. Tahap 2 (Visual / Ten-Frame): Mengisi bingkai 10 kotak (ten-frame) dengan dua warna benda berbeda untuk melihat pasangan angka 10.
  3. Tahap 3 (Simbolik): Menerjemahkan susunan benda menjadi kalimat matematika penjumlahan (misal: 7 + 3 = 10).
  4. Tahap 4 (Aplikasi & Memori): Menyelesaikan soal isian dan cerita kontekstual melengkapi bilangan menuju angka 10 secara mandiri.

Materi Pokok: Penjumlahan yang Hasilnya 10

Alokasi Waktu: 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Problem Based Learning (PBL) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
  • Metode: Eksplorasi Konkret (Ten-Frame), Permainan Kartu, Tanya Jawab, Penugasan.

Media & Alat Peraga:

  • Media Bingkai 10 Kotak (Ten-Frame Board)
  • Kancing / Manik-Manik Dua Warna (Merah dan Kuning)
  • Video Edukasi YouTube "Pasangan 10"
  • Kartu Angka Sahabat 10
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Bergambar

2. Pendahuluan: Apersepsi & Keagungan Allah Swt.

Anak-anak hebat, pernahkah kalian memperhatikan 10 jari di tangan kalian? Allah Swt. menciptakan tubuh kita dengan sangat sempurna! Mari kita bersyukur melalui 3 sifat keagungan-Nya:

  • Maha Mencipta: Allah menciptakan 10 jari tangan dan 10 jari kaki pada tubuh kita dengan rapi untuk membantu kita beraktivitas dan belajar berhitung.
  • Maha Memelihara: Allah memelihara keseimbangan bilangan di alam. Angka 10 menjadi angka yang lengkap dan memudahkan manusia dalam menghitung.
  • Maha Memberi Rezeki: Allah memberikan kita rezeki berupa kesehatan jemari dan akal yang cerdas untuk menemukan pasangan bilangan yang menghasilkan 10.

Pertanyaan Pemantik:

"Angkat kedua tangan kalian! Jika 6 jari tangan kalian terbuka, berapa jari tangan yang masih tertutup agar semuanya menjadi 10? Mengapa Allah menciptakan 10 jari tangan untuk kita?"

3. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya (Penjumlahan Berulang)

Sebelum belajar tentang penjumlahan yang hasilnya 10, mari kita ingat kembali materi minggu lalu tentang "Penjumlahan Berulang". Pilihlah jawaban Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Penjumlahan berulang adalah menjumlahkan bilangan yang sama secara berulang-ulang. ( B / S )
  2. Bentuk penjumlahan 3 + 3 + 3 artinya angka 3 dijumlahkan sebanyak 3 kali. ( B / S )
  3. Hasil dari 2 + 2 + 2 + 2 adalah 6. ( B / S )
  4. Jika ada 2 piring dan masing-masing berisi 5 kue, penjumlahannya adalah 5 + 5 = 10. ( B / S )
  5. Bentuk penjumlahan 4 + 4 sama hasilnya dengan 2 + 2 + 2 + 2. ( B / S )

4. Inti Pembelajaran: Video & Penjelasan Materi

🎬 Tonton Video Pembelajaran Ini Yuk!

Mari menyimak cara seru menemukan pasangan bilangan yang hasilnya 10 di sini:

▶ Tonton Video: Penjumlahan Hasil 10 Kelas 1 SD

A. Konsep Pasangan Bilangan Sahabat 10

Pasangan Bilangan Sahabat 10 adalah dua angka yang jika digabungkan atau dijumlahkan akan selalu menghasilkan total 10.

Kita bisa menggunakan 10 jari tangan atau bingkai 10 kotak (ten-frame) untuk menemukannya!

B. Daftar Pasangan Bilangan yang Hasilnya 10

Daftar Kalimat Matematika Hasil 10:

🔴 0 + 10 = 10  |  🟡 10 + 0 = 10

🔴 1 + 9 = 10  |  🟡 9 + 1 = 10

🔴 2 + 8 = 10  |  🟡 8 + 2 = 10

🔴 3 + 7 = 10  |  🟡 7 + 3 = 10

🔴 4 + 6 = 10  |  🟡 6 + 4 = 10

🟢 5 + 5 = 10 (Pasangan kembar)

C. Contoh Kehidupan Sehari-hari

Kotak Donat Ibu:

Ibu punya kotak tempat donat yang muat 10 donat. Ibu baru mengisinya dengan 7 donat cokelat 🍩🍩🍩🍩🍩🍩🍩.

Berapa donat keju lagi yang dibutuhkan agar kotaknya terisi penuh 10?

Jawab: 7 + 3 = 10. Jadi, Ibu butuh 3 donat keju lagi!

5. Penutup: Asesmen Formatif

Isilah titik-titik di bawah ini dengan angka yang tepat agar jumlahnya menjadi 10!

[Tingkat Mudah]

1. 8 + .... = 10

2. 5 + .... = 10

[Tingkat Sedang]

3. Siti mempunyai 6 pensil warna. Berapa pensil warna lagi yang Siti perlukan agar jumlahnya menjadi 10?

4. .... + 3 = 10

[Tingkat Sukar]

5. Budi memiliki 2 kelereng merah dan 4 kelereng biru. Berapa kelereng hijau lagi yang harus Budi tambahkan agar total kelerengnya menjadi 10?

Jawab: Budi membutuhkan .... kelereng hijau. (Kalimat matematika: 2 + 4 + .... = 10)

6. Kesimpulan Materi

Menemukan pasangan bilangan yang jumlahnya 10 sangatlah mudah jika kita mengingat "Sahabat 10". Angka-angka seperti (1 dan 9), (2 dan 8), (3 dan 7), (4 dan 6), serta (5 dan 5) adalah pasangan setia yang selalu menghasilkan 10 jika dijumlahkan!

7. Catatan Evaluasi Pengajaran (Refleksi Guru)

Aspek Evaluasi Deskripsi / Catatan Lapangan
Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut (Solusi)
Data Ketuntasan Siswa

Siswa yang paham utuh:

Siswa yang belum paham:

Minggu, 06 September 2026

Materi Ajar (Senin, 7 September 2026)

✨ KURIKULUM MERDEKA ✨ 📚 JURNAL HARIAN

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 1. Nama Guru : Purwanti, S.Pd.
📅 2. Hari / Tanggal : Senin, 7 September 2026
🏫 3. Fase / Kelas : Fase A / Kelas 1
📖 4. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
🛝 5. Materi : Bermain aman dan tidak aman
🚀 6. Pertemuan Ke : 5
🌟 APERSEPSI HARI INI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! 😃✨

Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, shalat adalah kewajiban utama kita sebagai seorang muslim 🕌. Dimana Allah SWT sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

☝️ Mengenal Kebesaran Allah SWT:
Allah adalah Al-Khaliq (Zat yang Maha Pencipta) yang menciptakan tubuh kita dengan sempurna, Al-Malik (Zat yang Maha Memelihara) yang senantiasa menjaga keselamatan diri kita, serta Al-Razzaq (Zat yang Maha Memberi Rezeki) yang memberikan rezeki berupa rasa gembira saat bermain bersama teman-teman 🎈.

Tahukah kamu? Allah Al-Malik mengajarkan kita untuk selalu menjaga keselamatan diri yang telah diciptakan-Nya. Kemarin anak-anak sudah hebat sekali belajar kata yang berawalan huruf d, r, j, dan s. Hari ini kita akan belajar membedakan mana perilaku Bermain aman dan tidak aman agar kita selalu terlindungi saat bermain! 🛝⚠️✨

Hari ini di Pertemuan Ke-5, mari kita belajar dan berpetualang mengenal cara bermain yang aman dengan riang gembira! Sudah siap? Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama! 🚀📚

Materi Bahasa Indonesia Kelas 1 - Bermain Aman dan Tidak Aman

Bahasa Indonesia Kelas 1 SD

Materi: Tempat dan Cara Bermain yang Aman serta Tidak Aman

1. Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026):
Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang diri dan lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu memahami informasi dari teks lisan, visual, dan audiovisual sederhana, serta mampu menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan santun dan aman.

Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat mengidentifikasi tempat dan cara bermain yang aman serta tidak aman secara tepat melalui teks bacaan dan pengamatan gambar.

Rincian Kegiatan Pembelajaran:

  • Menonton video animasi "Aturan Bermain yang Aman di Luar Rumah" Joyful
  • Latihan hening sejenak (mindful breathing) dan mengamati keadaan sekitar sebelum bermain Mindful
  • Mengamati gambar poster "Tempat Bermain Aman vs Bahaya" Meaningful
  • Permainan tepuk "Aman Yes, Bahaya No!" saat guru menyebutkan lokasi bermain Joyful
  • Diskusi kelompok kecil memilah gambar cara bermain yang santai dan aman Meaningful
  • Refleksi bersama mengenai keselamatan tubuh saat bermain di sekolah maupun rumah Mindful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Tahap 1 (Mengamati & Mengenal): Memperhatikan visual tempat dan cara bermain melalui gambar serta video pembelajaran.
  2. Tahap 2 (Membedakan & Mengidentifikasi): Menemukan ciri-ciri tempat dan tindakan yang aman serta berbahaya bagi anak.
  3. Tahap 3 (Membaca & Memahami): Membaca teks narasi pendek sederhana tentang aktivitas bermain anak-anak.
  4. Tahap 4 (Mengevaluasi & Menceritakan): Menyebutkan alasan memilih tempat aman dan menyampaikan aturan keselamatan bermain secara lisan/tulisan.

Materi Pokok: Bermain Aman dan Tidak Aman

Alokasi Waktu: 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Problem Based Learning (PBL) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
  • Metode: Pengamatan Gambar, Tanya Jawab, Diskusi Berpasangan, Permainan Edukatif, Penugasan.

Media & Alat Peraga:

  • Video Edukasi YouTube tentang Keselamatan Bermain
  • Kartu Gambar (Flashcard) Lokasi dan Cara Bermain
  • Poster A3 "Zona Bermain Aman dan Berbahaya"
  • Papan Tempel Rambu Keselamatan

2. Pendahuluan: Apersepsi & Keagungan Allah Swt.

Anak-anak yang sholeh dan sholehah, Allah Swt. sangat menyayangi kita. Mari kita syukuri kebesaran Allah Swt. melalui 3 sifat keagungan-Nya:

  • Maha Mencipta: Allah menciptakan tubuh kita lengkap dengan tangan, kaki, dan mata yang sehat agar kita bisa bergerak dan bermain gembira.
  • Maha Memelihara: Allah memelihara diri kita dari bahaya. Oleh karena itu, kita harus menjaga keselamatan tubuh yang telah Allah karuniakan ini.
  • Maha Memberi Rezeki: Allah memberi kita rezeki berupa teman-teman yang baik, tempat bermain yang indah, serta akal untuk membedakan hal yang aman dan bahaya.

Pertanyaan Pemantik:

"Tubuh kita adalah karunia indah dari Allah Swt. Bagaimana cara kita bersyukur dan menjaga tubuh agar tidak terluka saat sedang asyik bermain bersama teman?"

3. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya (Kata Berawalan Huruf d, r, j, s)

Sebelum memulai materi baru, mari kita ingat kembali materi minggu lalu tentang "Kata Berawalan Huruf d, r, j, dan s". Pilihlah jawaban Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Kata "dadu" diawali dengan huruf d. ( B / S )
  2. Kata "sapi" diawali dengan huruf j. ( B / S )
  3. Kata "roda" dan "rusa" sama-sama diawali dengan huruf r. ( B / S )
  4. Kata "jam" diawali dengan huruf s. ( B / S )
  5. Huruf s jika digabung dengan vokal u dibaca "su" seperti pada kata "susu". ( B / S )

4. Inti Pembelajaran: Video & Penjelasan Materi

🎬 Tonton Video Pembelajaran Ini Yuk!

Mari menyimak cara memilih tempat dan cara bermain yang aman di sini:

▶ Tonton Video: Bermain Aman dan Tidak Aman

A. Mengenal Tempat Bermain yang Aman dan Tidak Aman

Bermain itu sangat menyenangkan! Namun, kita harus memilih tempat yang tepat agar tubuh tidak terluka.

1. Tempat Bermain yang AMAN (✔):

  • Taman Bermain / Lapangan Rumput: Udara segar dan permukaan tanahnya aman.
  • Halaman Rumah / Sekolah: Terhindar dari lalu lintas kendaraan.

2. Tempat Bermain yang TIDAK AMAN / BERBAHAYA (✖):

  • Jalan Raya: Banyak mobil dan motor melintas.
  • Dekat Sungai Dalam / Tempat Reruntuhan: Bisa terpeleset atau tertimpa benda berat.

B. Mengenal Cara Bermain yang Aman dan Tidak Aman

1. Cara Bermain yang AMAN (✔):

  • Mengantre perosotan dengan sabar.
  • Memakai pelindung lutut dan helm saat naik sepeda.
  • Bermain bersama teman tanpa dorong-dorongan.

2. Cara Bermain yang TIDAK AMAN (✖):

  • Bermain korek api atau benda tajam.
  • Menaiki perosotan dari arah depan (melawan arus).
  • Mendorong teman saat mengayun ayunan tinggi.

5. Penutup: Asesmen Formatif

Pahami Teks BACAAN Berikut Ini:

Sore yang Ceria di Taman

Beno dan Budi bermain sepak bola di taman desa. Taman itu hijau, luas, dan bebas dari lalu lintas kendaraan. Mereka bermain dengan gembira dan tertib. Sementara itu, Dodi bermain layang-layang di pinggir jalan raya. Dodi berlari mundur tanpa melihat ke belakang. Tiba-tiba ada sepeda motor lewat dan mengklakson Dodi. Dodi terkejut dan hampir jatuh. Budi mengingatkan Dodi agar berpindah bermain ke taman bersama mereka.

Jawablah pertanyaan esai singkat di bawah ini berdasarkan bacaan di atas!

[Tingkat Mudah]

1. Di manakah Beno dan Budi bermain sepak bola?

2. Siapa nama anak yang bermain layang-layang di pinggir jalan raya?

[Tingkat Sedang]

3. Mengapa taman merupakan tempat bermain yang aman untuk Beno dan Budi?

4. Mengapa cara bermain Dodi di pinggir jalan raya sangat tidak aman dan berbahaya?

[Tingkat Sukar]

5. Jika kamu melihat kawanmu ingin bermain di tempat yang berbahaya, apa yang akan kamu lakukan untuk menjaganya?

6. Kesimpulan Materi

Bermain terasa menyenangkan jika kita selalu mengutamakan keselamatan. Pilihlah tempat yang aman seperti taman atau lapangan, serta bermainlah secara tertib tanpa membahayakan diri sendiri dan teman. Menjaga keselamatan saat bermain adalah bentuk rasa syukur kita atas kesehatan yang diberikan Allah Swt.

7. Catatan Evaluasi Pengajaran (Refleksi Guru)

Aspek Evaluasi Deskripsi / Catatan Lapangan
Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut (Solusi)
Data Ketuntasan Siswa

Siswa yang paham utuh:

Siswa yang belum paham:

Kamis, 03 September 2026

Materi Ajar (Jumat, 4 September 2026)

 ✨ KURIKULUM MERDEKA ✨ 📚 JURNAL HARIAN

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 1. Nama Guru: Purwanti, S.Pd.
📅 2. Hari / Tanggal: Jumat, 4 September 2026
🏫 3. Fase / Kelas: Fase A / Kelas 1
🎨 4. Mata Pelajaran: Seni Rupa
🖍️ 5. Materi: Garis Menunjukkan Gerakan
🚀 6. Pertemuan Ke: 6
🌟 APERSEPSI HARI INI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! 😃✨

Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, shalat adalah kewajiban utama kita sebagai seorang muslim 🕌. Dimana Allah SWT sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

☝️ Mengenal Kebesaran Allah SWT:
Allah adalah Al-Khaliq (Zat yang Maha Pencipta) yang menciptakan alam semesta beserta isinya, Al-Malik (Zat yang Maha Memelihara) yang memelihara kehidupan kita dengan sebaik-baiknya keadaan, dan Al-Razzaq (Zat yang Maha Memberi Rezeki) yang memberi kita nikmat berupa pancaindra dan keindahan alam untuk kita syukuri 🌿🎨.

Tahukah kamu? Allah Al-Khaliq menciptakan ombak laut yang bergulung, angin yang berembus, dan burung yang terbang bergelombang. Kemarin anak-anak sudah hebat sekali mengenal aneka macam garis, dan hari ini kita akan mengalirkan garis-garis tersebut menjadi karya yang indah melalui materi Garis Membentuk Gerakan! 〰️🌊✨

Hari ini di Pertemuan Ke-6, mari kita berkreasi membuat garis bergelombang dan meliuk yang penuh gerakan dengan gembira! Sudah siap? Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama! 🚀🎨

Seni Rupa Kelas 1 SD

Materi: Garis Membentuk Gerakan

1. Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran Seni Rupa (CP 2026):
Peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan merespons unsur-unsur rupa dasar seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur di lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu mengaplikasikan garis untuk mengekspresikan kesan gerak, perasaan, serta ide kreatif sederhana menggunakan berbagai alat dan bahan secara aman dan bernalar kritis.

Tujuan Pembelajaran Seni Rupa:

  • Garis Membentuk Gerakan
  • Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menggambar variasi garis yang menciptakan kesan gerakan pada karya seni rupa dengan benar dan ekspresif.

Rincian Kegiatan Pembelajaran:

  • Menonton video pembelajaran animasi "Garis yang Menari dan Bergerak" Joyful
  • Melakukan olah tubuh dan gerakan tangan menirukan ombak, angin, dan petir di udara (kinestetik) Joyful
  • Latihan hening sejenak (mindful breathing) sambil merasakan getaran gerakan tangan sebelum menggoreskan krayon Mindful
  • Mengamati gerakan benda-benda alam di sekitar sekolah (daun jatuh, aliran air, hujan) Meaningful
  • Fokus dan penuh kesadaran menggoreskan garis dinamis pada kertas gambar tanpa ragu Mindful
  • Membuat karya gambar ekspresif "Angin Badai dan Ombak Laut" menggunakan krayon warna-warni Meaningful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Garis Menunjukkan Gerakan:

  1. Tahap 1 (Pengamatan & Sensori): Mengamati benda-benda yang bergerak di alam dan menghubungkannya dengan kesan bentuk garis.
  2. Tahap 2 (Eksplorasi Gerak Motorik): Menirukan gerakan benda (seperti ombak atau petir) melalui gerakan tangan di udara dan di atas kertas.
  3. Tahap 3 (Berekspresi / Berkarya): Menggambar garis gelombang, zig-zag, dan spiral untuk menunjukkan kesan benda sedang bergerak cepat, pelan, atau berputar.
  4. Tahap 4 (Apresiasi Sederhana): Menceritakan kesan gerakan dari garis yang telah dibuat di depan teman-teman kelas.

Materi Pokok: Garis Membentuk Gerakan

Alokasi Waktu: 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Project Based Learning (PjBL) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Pendekatan Ekspresi Bebas.
  • Metode: Demonstrasi, Eksplorasi Gerak (VAK), Eksperimen Menggambar, Pameran Karya Sederhana (Gallery Walk).

Media & Alat Peraga:

  • Pita kain / Tali rafi'a untuk peragaan gerak garis
  • Video Edukasi Seni Rupa YouTube
  • Buku Gambar A4, Krayon, dan Pensil Warna
  • Gambar visual fenomena alam (ombak, angin puting beliung, hujan)
  • Papan pajang karya siswa

2. Pendahuluan: Apersepsi & Keagungan Allah Swt.

Anak-anak yang kreatif dan sholeh/sholehah, pernahkah kalian melihat indahnya ombak di laut atau angin yang menari meniup dedaunan? Semua gerakan indah itu diciptakan oleh Allah Swt.! Mari kita bersyukur melalui 3 sifat keagungan-Nya:

  • Maha Mencipta: Allah menciptakan alam semesta yang selalu bergerak dengan penuh keindahan, seperti aliran air sungai, tiupan angin, hingga kilatan petir di langit.
  • Maha Memelihara: Allah memelihara keseimbangan gerak di bumi agar angin dan air mengalir memberikan kesegaran bagi seluruh makhluk hidup.
  • Maha Memberi Rezeki: Allah memberikan kita jemari tangan yang lentur serta imajinasi yang indah sehingga kita bisa menggambar indah dan berkarya.

Pertanyaan Pemantik:

"Ketika angin kencang bertiup, bagaimana bentuk gerakan pohon di luar jendela? Jika kita menggambar angin tersebut, garis seperti apa yang cocok untuk menggambarkan gerakannya?"

3. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya (Aneka Macam Garis)

Sebelum kita membuat garis yang bergerak, mari kita ingat kembali materi minggu lalu tentang "Aneka Macam Garis". Pilihlah jawaban Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Garis lurus berdiri tegak disebut juga sebagai garis vertikal. ( B / S )
  2. Garis lengkung bentuknya seperti bentuk melengkung pada pelangi atau bulan sabit. ( B / S )
  3. Garis zig-zag adalah garis patah-patah yang mirip dengan rumput atau gigi gergaji. ( B / S )
  4. Garis tidak bisa digunakan untuk membuat gambar dalam seni rupa. ( B / S )
  5. Garis horizontal adalah garis lurus yang mendatar seperti garis pantai. ( B / S )

4. Inti Pembelajaran: Video & Penjelasan Materi

🎬 Tonton Video Pembelajaran Ini Yuk!

Saksikan bagaimana garis-garis sederhana bisa tampak bergerak dan menari di sini:

▶ Tonton Video: Garis Membentuk Gerakan Kelas 1 SD

A. Mengapa Garis Bisa Tampak Bergerak?

Di dalam seni rupa, garis tidak hanya diam! Jika kita menggambar garis berulang, melengkung, atau bergelombang, gambar kita akan terasa mempunyai gerakan (kesan gerak).

B. Jenis Garis dan Kesan Gerakannya

Berikut adalah jenis garis yang biasa digunakan untuk menunjukkan gerakan dalam kehidupan sehari-hari:

1. Garis Gelombang (🌊) ➔ Gerakan Lembut & Mengalir

Contoh Sehari-hari: Gerakan ombak di laut, aliran air sungai, atau rambut yang tertiup angin santai.

2. Garis Zig-zag (⚡) ➔ Gerakan Cepat & Tajam

Contoh Sehari-hari: Kilatan petir di langit saat hujan deras, atau lompatan rumput laut.

3. Garis Spiral / Melingkar (🌀) ➔ Gerakan Berputar

Contoh Sehari-hari: Angin puting beliung, obat nyamuk bakar, atau cangkang siput yang menari.

4. Garis Putus-putus (---) ➔ Gerakan Melompat / Jatuh

Contoh Sehari-hari: Titik-titik air hujan yang jatuh dari awan atau jejak lompatan kelinci.

5. Penutup: Asesmen Formatif

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

[Tingkat Mudah]

1. Garis bergelombang cocok digunakan untuk menggambar gerakan .............. di laut.

2. Garis yang bentuknya patah-patah dan tajam seperti kilatan petir disebut garis ..............

[Tingkat Sedang]

3. Jika kita ingin menggambar gerakan angin puting beliung yang berputar, kita dapat menggunakan jenis garis ..............

4. Titik-titik air hujan yang jatuh dari langit dapat digambarkan dengan bentuk garis ..............

[Tingkat Sukar]

5. Sebutkan 2 contoh benda atau kejadian di sekitar rumahmu yang gerakannya dapat digambar menggunakan garis bergelombang!

Jawab: ........................................................................................................

🔑 Kunci Jawaban

Review Materi (Benar/Salah):

1. B | 2. B | 3. B | 4. S | 5. B

Isian Formatif:

  1. Ombak / Air
  2. Zig-zag
  3. Spiral / Melingkar
  4. Putus-putus / Tegak pendek
  5. (Variasi jawaban siswa) Contoh: Aliran air keran, bendera yang tertiup angin, tali jemuran, asap makanan hangat.

6. Kesimpulan Materi

Garis adalah unsur seni rupa yang luar biasa! Dengan memvariasikan bentuk garis seperti bergelombang, zig-zag, spiral, dan putus-putus, kita dapat membuat gambar benda yang seolah-olah hidup dan sedang bergerak.

7. Catatan Evaluasi Pengajaran (Refleksi Guru)

Aspek EvaluasiDeskripsi / Catatan Lapangan
Kendala Pembelajaran
  • Beberapa siswa masih ragu-ragu dan kaku saat menggoreskan krayon, sehingga kesan garis yang dihasilkan kaku/kurang mengalir.
  • Siswa masih kesulitan membedakan antara garis spiral (berputar) dengan garis bergelombang.
Tindak Lanjut (Solusi)
  • Mengajak siswa melakukan pemanasan dengan senam gerak tangan/otot sebelum menggambar di atas kertas.
  • Memberikan media peraga pita warna untuk digerakkan di udara agar anak memahami bentuk fisik lengkungan garis.
  • Memberikan kebebasan berekspresi tanpa menuntut keteraturan yang terlalu kaku.
Data Ketuntasan Siswa

Siswa yang paham utuh: (Diisi setelah pembelajaran selesai)

Siswa yang belum paham: (Diisi setelah pembelajaran selesai)

Rabu, 02 September 2026

Materi Ajar (Kamis, 3 September 2026)

✨ KURIKULUM MERDEKA ✨ 📚 JURNAL HARIAN

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 1. Nama Guru : Purwanti, S.Pd.
📅 2. Hari / Tanggal : Kamis, 3 September 2026
🏫 3. Fase / Kelas : Fase A / Kelas 1
🔢 4. Mata Pelajaran : Matematika
🧩 5. Materi : Penjumlahan Berulang
🚀 6. Pertemuan Ke : 4
🌟 APERSEPSI HARI INI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! 😃✨

Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, shalat adalah kewajiban utama kita sebagai seorang muslim 🕌. Dimana Allah SWT sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

☝️ Mengenal Kebesaran Allah SWT:
Allah adalah Al-Khaliq (Zat yang Maha Pencipta) yang menciptakan kita, Al-Malik (Zat yang Maha Memelihara) yang memelihara kehidupan kita dengan sebaik-baiknya keadaan, dan Al-Razzaq (Zat yang Maha Memberi Rezeki) yang tidak pernah berhenti mengalirkan rezeki serta nikmat-Nya secara berulang-ulang setiap hari 🎁.

Tahukah kamu? Sama seperti nikmat dari Allah Al-Razzaq yang diberikan secara terus-menerus dan berulang, hari ini kita akan belajar tentang angka-angka yang ditambahkan secara berulang melalui materi Penjumlahan Berulang! Kemarin anak-anak sudah hebat sekali mempelajari penjumlahan hitung maju, dan hari ini kita akan melangkah lebih seru lagi! ➕🔢✨

Hari ini di Pertemuan Ke-4, mari kita belajar menghitung penjumlahan berulang dengan gembira dan penuh semangat! Sudah siap? Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama! 🚀📚

Materi Matematika Kelas 1 - Penjumlahan Berulang

Matematika Kelas 1 SD

Materi: Penjumlahan Berulang

1. Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran Matematika (CP 2026):
Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 20. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret, gambar, serta mengenali pola penjumlahan berulang sebagai dasar konsep matematika secara fleksibel dan bernalar kritis.

Tujuan Pembelajaran Matematika:

  • Penjumlahan Berulang
  • Menjumlahkan bilangan berulang dengan benar.

Rincian Kegiatan Pembelajaran:

  • Menonton video lagu edukasi "Kelompok Benda dan Penjumlahan Berulang" Joyful
  • Latihan hening sejenak (mindful breathing) untuk mengamati kelompok benda secara fokus Mindful
  • Bermain kelompok fisik "Mengelompokkan Permen dan Stik Es Krim" ke dalam piring plastik Joyful
  • Mengkorelasikan penjumlahan berulang dengan kehidupan nyata (membeli paket buah, kelopak bunga) Meaningful
  • Menghitung jumlah benda dalam setiap wadah dengan teliti dan penuh kesadaran Mindful
  • Menuliskan kalimat matematika penjumlahan berulang dari objek visual sederhana Meaningful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Penjumlahan Berulang:

  1. Tahap 1 (Konkret): Mengelompokkan benda konkret ke dalam beberapa wadah dengan jumlah isi yang sama banyak.
  2. Tahap 2 (Visual): Mengamati gambar kelompok benda dan menyebutkan jumlah kelompok serta isi tiap kelompok secara lisan.
  3. Tahap 3 (Simbolik): Menyusun pola kalimat matematika penjumlahan berulang (misal: 2 + 2 + 2 = 6).
  4. Tahap 4 (Aplikasi): Menyelesaikan masalah dan soal cerita sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan berulang secara mandiri.

Materi Pokok: Penjumlahan Berulang

Alokasi Waktu: 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Problem Based Learning (PBL) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
  • Metode: Eksplorasi Konkret, Permainan Kelompok, Tanya Jawab, Penugasan.

Media & Alat Peraga:

  • Piring plastik kecil dan stik es krim / manik-manik warna-warni
  • Kartu gambar kelompok benda (misal: piring berisi kue)
  • Video Edukasi YouTube
  • Papan saku bilangan
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Bergambar

2. Pendahuluan: Apersepsi & Keagungan Allah Swt.

Anak-anak hebat, tahukah kalian bahwa keteraturan di alam semesta ini diciptakan oleh Allah Swt. dengan sangat rapi? Mari kita bersyukur melalui 3 sifat keagungan-Nya:

  • Maha Mencipta: Allah menciptakan anggota tubuh kita secara berpasangan dan teratur, seperti 2 mata, 2 telinga, serta tangan yang jari-jarinya sama banyak di kiri dan kanan.
  • Maha Memelihara: Allah memelihara alam dengan pola yang teratur. Bunga-bunga mekar dengan jumlah kelopak yang sama di setiap tangkainya.
  • Maha Memberi Rezeki: Allah memberikan kita rezeki berupa makanan dan buah-buahan yang tumbuh berkelompok rapi di pohon untuk kita nikmati bersama.

Pertanyaan Pemantik:

"Perhatikan jari tangan kanan dan kiri kalian! Jika satu tangan punya 5 jari dan tangan satu lagi punya 5 jari, bagaimana cara kita menghitung gabungannya? Mengapa Allah menciptakan bilangan berulang yang sama pada tubuh kita?"

3. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya (Penjumlahan Hitung Maju)

Sebelum belajar penjumlahan berulang, mari kita ingat kembali materi minggu lalu tentang "Penjumlahan Hitung Maju". Pilihlah jawaban Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Menghitung maju artinya kita melangkah ke kanan pada garis bilangan. ( B / S )
  2. Hasil dari 5 + 3 dengan hitung maju adalah 8. ( B / S )
  3. Jika kita berdiri di angka 4 lalu melompat maju 2 langkah, kita sampai di angka 5. ( B / S )
  4. Hitung maju membuat jumlah bilangan menjadi semakin banyak. ( B / S )
  5. Hasil penjumlahan 6 + 4 sama dengan 10. ( B / S )

4. Inti Pembelajaran: Video & Penjelasan Materi

🎬 Tonton Video Pembelajaran Ini Yuk!

Mari menyimak penjelasan seru tentang konsep penjumlahan berulang di sini:

▶ Tonton Video: Penjumlahan Berulang Kelas 1 SD

A. Konsep Penjumlahan Berulang

Penjumlahan Berulang adalah menjumlahkan bilangan yang sama secara berulang-ulang.

Kuncinya: Ada beberapa kelompok/wadah, dan setiap kelompok berisi jumlah benda yang sama banyak.

B. Contoh Kehidupan Sehari-hari

Mari kita lihat contoh benda di sekitar kita:

Kue di Atas Piring:

Ada 3 piring. Setiap piring berisi 2 kue donut.

🍩🍩      🍩🍩      🍩🍩

Piring 1 + Piring 2 + Piring 3

2 + 2 + 2 = 6

(Angka 2 dijumlahkan berulang sebanyak 3 kali, hasilnya adalah 6)

Balon dalam Ikat:

Ibu membeli 4 ikat balon. Setiap ikat berisi 3 balon.

🎈🎈🎈      🎈🎈🎈      🎈🎈🎈      🎈🎈🎈

Kalimat Matematika: 3 + 3 + 3 + 3 = 12

(Angka 3 dijumlahkan berulang sebanyak 4 kali, hasilnya adalah 12)

5. Penutup: Asesmen Formatif

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

[Tingkat Mudah]

1. Bentuk penjumlahan berulang dari 2 + 2 + 2 hasilnya adalah ..............

2. Jika ada 2 sarang burung dan masing-masing berisi 4 telur, maka bentuk penjumlahannya adalah 4 + .... = 8

[Tingkat Sedang]

3. Edo mempunyai 3 kantong kelereng. Setiap kantong berisi 5 kelereng. Bentuk penjumlahan berulang seluruh kelereng Edo adalah .... + .... + .... = 15

4. Gambar 4 piring yang masing-masing berisi 3 jeruk dapat ditulis dengan kalimat penjumlahan berulang: 3 + 3 + 3 + 3 = ..............

[Tingkat Sukar]

5. Siti membeli 5 bungkus roti. Setiap bungkus berisi 2 roti. Tuliskan bentuk penjumlahan berulang dan hitung jumlah seluruh roti yang dibeli Siti!

Jawab: ........................................................................................................

🔑 Kunci Jawaban

Review Materi (Benar/Salah):

1. B | 2. B | 3. S | 4. B | 5. B

Isian Formatif:

  1. 6
  2. 4
  3. 5 + 5 + 5
  4. 12
  5. 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 10 (Total ada 10 roti)

6. Kesimpulan Materi

Penjumlahan berulang adalah menjumlahkan angka yang sama secara berulang-ulang sesuai dengan jumlah kelompoknya. Dengan memahami konsep ini, kita dapat menghitung jumlah benda yang dikelompokkan dengan cepat dan mudah!

7. Catatan Evaluasi Pengajaran (Refleksi Guru)

Aspek Evaluasi Deskripsi / Catatan Lapangan
Kendala Pembelajaran
  • Siswa terkadang tertukar antara jumlah wadah (kelompok) dengan jumlah isi benda di dalam wadah saat menuliskan angka penjumlahan.
  • Beberapa siswa masih teliti menghitung satu per satu benda, belum terbiasa menjumlahkan angka berulang secara langsung.
Tindak Lanjut (Solusi)
  • Menggunakan media piring plastik transparan dan benda konkret warna terang agar perbedaan wadah dan isi terlihat jelas.
  • Melakukan latihan lisan berulang secara klasikal dengan lagu hitung kelompok.
  • Pendampingan berpasangan bagi siswa yang membutuhkan bimbingan hitung dasar.
Data Ketuntasan Siswa

Siswa yang paham utuh: Sebagian siswa sudah memahami penjumlahan berulang

Siswa yang belum paham: (Masih ada 2 siswa yang masih bingung dalam memahami penjumlahan berulang)

Selasa, 01 September 2026

Materi Ajar (Rabu, 2 September 2026)

 ✨ KURIKULUM MERDEKA ✨ 📚 JURNAL HARIAN

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 1. Nama Guru: Purwanti, S.Pd.
📅 2. Hari / Tanggal: Rabu, 2 September 2026
🏫 3. Fase / Kelas: Fase A / Kelas 1
📖 4. Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
✏️ 5. Materi: Mengenal dan menulis d, r, j, dan s
🚀 6. Pertemuan Ke: 4
🌟 APERSEPSI HARI INI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! 😃✨

Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, shalat adalah kewajiban utama kita sebagai seorang muslim 🕌. Dimana Allah SWT sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

☝️ Mengenal Kebesaran Allah SWT:
Allah adalah Al-Khaliq (Zat yang Maha Pencipta) yang telah menciptakan kita dengan sempurna, lengkap dengan kemampuan akal dan indra. Allah juga Maha Al-Malik (Zat yang Maha Memelihara) yang senantiasa memelihara keadaan kita, serta Al-Razzaq (Zat yang Maha Memberi Rezeki) yang memberi kita nikmat berupa kemampuan membaca, menulis, dan berbicara 🗣️.

Tahukah kamu? Allah Al-Khaliq menciptakan berbagai bentuk dan bunyi suara di alam semesta. Melalui karunia-Nya, kita dapat menyusun huruf-huruf menjadi kata yang indah! Kemarin anak-anak sudah menceritakan pengalaman di sekolah yang seru, dan hari ini kita akan memperkaya rezeki ilmu kita dengan mengenal dan menulis huruf d, r, j, dan s! ✏️🔤✨

Hari ini di Pertemuan Ke-4, mari kita latihan membaca dan menulis huruf d, r, j, dan s dengan gembira dan penuh semangat! Sudah siap? Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama! 🚀📚

Bahasa Indonesia Kelas 1 SD

Materi: Mengenal, Mengucapkan, dan Menulis Huruf d, r, j, dan s

1. Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026):
Peserta didik menunjukkan kecakapan menyimak, membaca, serta memirsa abjad, suku kata, dan kata-kata sederhana yang sering ditemui sehari-hari. Peserta didik mampu melafalkan bunyi huruf dengan benar, mengenali bentuk huruf kapital dan kecil, serta menuliskan kata dan kalimat sederhana dengan kombinasi huruf yang tepat.

Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat mengenal bentuk huruf d, r, j, dan s, mengucapkan bunyi fonem huruf tersebut dengan artikulasi yang benar, serta menuliskan huruf dan suku kata/kata sederhana secara mandiri dan percaya diri.

Kategori Kegiatan Pembelajaran:

  • Menonton video bernyanyi "Lagu Bunyi Abjad Huruf d, r, j, s" Joyful
  • Latihan olah vokal dan mengamati gerak lidah/bibir saat melafalkan bunyi huruf (Fonik) Mindful
  • Melacak bentuk huruf di udara dan di atas pasir warna-warni Joyful
  • Menghubungkan bentuk huruf dengan benda kesukaan di sekitar sekolah (d untuk dadu, r for roda) Meaningful
  • Refleksi perasaan dan konsentrasi saat berlatih menulis di buku tegak bersambung Mindful
  • Menyusun kartu suku kata menjadi kata bermakna tentang benda di sekolah/rumah Meaningful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Tahap 1 (Visual & Pengenalan): Mengenali bentuk visual huruf d, r, j, dan s (huruf kecil dan kapital) melalui media visual/flashcard.
  2. Tahap 2 (Fonik & Artikulasional): Menyuarakan dan mendengarkan bunyi asli dari huruf d (/d/), r (/r/), j (/j/), dan s (/s/) secara tepat.
  3. Tahap 3 (Motorik Halus/Menulis): Membentuk huruf d, r, j, s menggunakan koordinasi mata-tangan pada garisan buku.
  4. Tahap 4 (Penggabungan & Bermakna): Menggabungkan huruf d, r, j, s dengan huruf vokal (a, i, u, e, o) menjadi suku kata dan kata sederhana.

Materi Pokok: Mengenal dan Menulis Huruf d, r, j, dan s

Alokasi Waktu: 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Explicit Instruction (Pembelajaran Langsung) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Pendekatan Fonik (Phonics Method).
  • Metode: Metode VAK (Visual, Auditori, Kinestetik), Tanya Jawab, Penugasan Menulis, Permainan Kartu Huruf.

Media & Alat Peraga:

  • Video Edukasi Fonik YouTube
  • Kartu Huruf Bergambar (Flashcard) d, r, j, s
  • Nampan Pasir Warna / Plastisin (Lilin Mainan)
  • Papan Garis Tiga / Papan Tulis Bergaris
  • Buku Tulis Halus dan Pensil

2. Pendahuluan: Apersepsi & Keagungan Allah Swt.

Anak-anak sholeh dan sholehah, tahukah kalian bahwa kemampuan kita untuk merangkai kata dan membaca huruf adalah salah satu anugerah terbesar dari Allah Swt.? Mari kita bersyukur melalui 3 sifat keagungan-Nya:

  • Maha Mencipta: Allah menciptakan lidah, bibir, dan pita suara dengan sangat sempurna sehingga kita bisa menggerakkannya untuk membunyikan huruf d, r, j, dan s.
  • Maha Memelihara: Allah memelihara ingatan dan otak kita agar senantiasa bisa mengingat bentuk huruf dan merangkainya menjadi kata-kata yang baik.
  • Maha Memberi Rezeki: Allah memberi kita rezeki berupa ilmu pengetahuan dan lisan yang bisa digunakan untuk menyapa kawan serta berdoa.

Pertanyaan Pemantik:

"Bagaimana rasanya jika lidah kita tidak diciptakan Allah? Bisakah kita menyuarakan huruf 'r' atau 's' saat ingin memanggil nama sahabat kita di kelas?"

3. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya (Pengalaman di Sekolah)

Sebelum belajar huruf baru, mari kita ingat kembali materi minggu lalu tentang "Pengalaman di Sekolah". Pilihlah jawaban Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Bermain bersama teman saat jam istirahat adalah contoh pengalaman di sekolah. ( B / S )
  2. Pengalaman adalah kejadian yang pernah kita alami atau lakukan. ( B / S )
  3. Saat pertama kali masuk sekolah, Mika merasa takut karena sudah kenal dengan semua teman. ( B / S )
  4. Menceritakan pengalaman sekolah dapat membuat kita belajar berteman dengan baik. ( B / S )
  5. Kalimat "Saya membaca buku di perpustakaan" adalah contoh cara menceritakan pengalaman. ( B / S )

4. Inti Pembelajaran: Video & Penjelasan Materi

🎬 Tonton Video Pembelajaran Ini Yuk!

Mari menyimak cara menyuarakan dan menulis huruf d, r, j, s bersama-sama:

▶ Tonton Video: Mengenal Huruf d, r, j, s

A. Mengenal Bentuk dan Bunyi Huruf

Mari perhatikan bentuk dan tirukan bunyi empat huruf istimewa berikut ini:

d / D
dadu
r / R
roda
j / J
jam
s / S
sapi
  • Huruf d: Memiliki perut bulat di depan dan garis lurus di belakang. Bunyinya: /d.. d.. d/ seperti bunyi perkusi drum. (Contoh: d-a-d-u ➔ dadu)
  • Huruf r: Memiliki tegakan pendek dan lengkungan kecil di atas. Bunyinya: /rrr/ saat lidah kita bergetar lembut. (Contoh: r-o-d-a ➔ roda)
  • Huruf j: Memiliki garis lurus membengkok ke bawah seperti payung dan diberi titik di atas. Bunyinya: /j.. j.. j/. (Contoh: j-a-m ➔ jam)
  • Huruf s: Bentuknya meliuk seperti ular. Bunyinya: /ssss/ seperti tiupan angin. (Contoh: s-a-p-i ➔ sapi)

B. Membaca Suku Kata dan Kata Sederhana

Mari kita gabungkan huruf-huruf ini dengan huruf vokal (a, i, u, e, o):

1. Suku Kata Huruf d: da - di - du - de - do ➔ da - da (dada), du - d-u (dudu)

2. Suku Kata Huruf r: ra - ri - ru - re - ro ➔ ra - ja (raja), ro - da (roda)

3. Suku Kata Huruf j: ja - ji - ju - je - jo ➔ ja - ri (jari), ju - ju (juju)

4. Suku Kata Huruf s: sa - si - su - se - so ➔ sa - tu (satu), su - su (susu)

C. Langkah Menulis Huruf dengan Benar

  • Menulis 'd': Buat garis lengkung perut dulu dari kanan ke kiri, lalu tarik garis lurus dari atas ke bawah di sebelah kanannya.
  • Menulis 'r': Tarik garis lurus kecil dari atas ke bawah, lalu buat lengkungan kecil ke kanan di bagian atas.
  • Menulis 'j': Tarik garis lurus dari atas ke bawah lalu belokkan ke kiri, beri titik di atasnya.
  • Menulis 's': Buat lengkungan ke kiri atas, lalu liukkan ke kanan bawah secara mulus.

5. Penutup: Asesmen Formatif

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!

[Tingkat Mudah]

1. Huruf yang bentuknya meliuk menyerupai ular adalah huruf ..............

2. Kata "roda" diawali dengan huruf ..............

[Tingkat Sedang]

3. Isilah titik-titik dengan suku kata yang tepat: "... - ri" (benda tangan yang jumlahnya ada lima). Kata yang terbentuk adalah **ja - ri**, jadi suku kata depannya adalah ..............

4. Gabungan suku kata **"da"** dan **"du"** jika dibaca akan menjadi kata ..............

[Tingkat Sukar]

5. Susunlah huruf-huruf acak berikut menjadi satu kata yang benar: **[ s - a - r - i ]** (minuman manis atau bunga).

Jawab: Kata yang terbentuk adalah ..............

🔑 Kunci Jawaban

Review Materi (Benar/Salah):

1. B | 2. B | 3. S | 4. B | 5. B

Isian Formatif:

  1. s (atau S)
  2. r
  3. ja
  4. dadu
  5. sari / sari-sari

6. Kesimpulan Materi

Hari ini kita telah belajar 4 huruf baru yang hebat, yaitu d, r, j, dan s. Setiap huruf punya bentuk dan bunyi unik. Dengan rajin berlatih mengucap dan menulisnya, kita akan semakin mahir merangkai kata dan membaca buku cerita sendiri!

7. Catatan Evaluasi Pengajaran (Refleksi Guru)

Aspek EvaluasiDeskripsi / Catatan Lapangan
Kendala PembelajaranSiswa masih sering terbalik antara bentuk huruf 'd' dan 'b'.
Pengucapan bunyi huruf 'r' belum sempurna pada beberapa anak yang masih cadel.
Proporsi tinggi garis tulisan huruf 'd
' dan 'j' di buku bergaris belum rapi.
Tindak Lanjut (Solusi)Memberikan trik memori visual: huruf 'd' = "perut di belakang/kiri", huruf 'b' = "perut di depan/kanan".
Latihan pembiasaan menulis pada buku halus bergaris tiga dengan bimbingan individu (bimbingan telusur garis).
Data Ketuntasan Siswa

Siswa yang paham utuh: -

Siswa yang belum paham: -