Rabu, 09 September 2026

Materi Ajar (Kamis, 10 September 2026)

✨ KURIKULUM MERDEKA ✨ 📚 JURNAL HARIAN

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 1. Nama Guru : Purwanti, S.Pd.
📅 2. Hari / Tanggal : Kamis, 9 September 2026
🏫 3. Fase / Kelas : Fase A / Kelas 1
🔢 4. Mata Pelajaran : Matematika
🧩 5. Materi : Penjumlahan soal cerita
🚀 6. Pertemuan Ke : 6
🌟 APERSEPSI HARI INI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! 😃✨

Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, shalat adalah kewajiban utama kita sebagai seorang muslim 🕌. Dimana Allah SWT sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

☝️ Mengenal Kebesaran Allah SWT:
Allah adalah Al-Khaliq (Zat yang Maha Pencipta) yang menciptakan alam semesta, Al-Malik (Zat yang Maha Memelihara) yang memelihara kehidupan kita dengan sebaik-baiknya keadaan, serta Al-Razzaq (Zat yang Maha Memberi Rezeki) yang tidak pernah berhenti menambahkan nikmat dan rezeki-Nya kepada kita setiap hari 🍎🍊.

Tahukah kamu? Sama seperti rezeki dari Allah Al-Razzaq yang senantiasa bertambah dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menemukan cerita tentang nikmat yang bertambah melalui materi Penjumlahan soal cerita! Kemarin anak-anak sudah hebat memahami dasar cerita penjumlahan, dan hari ini kita akan makin terampil menyelesaikan petualangan soal cerita Matematika! 📖➕✨

Hari ini di Pertemuan Ke-6, mari kita membaca cerita seru dan menghitung penjumlahannya dengan gembira dan penuh semangat! Sudah siap? Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama! 🚀📚

Materi Matematika Kelas 1 - Soal Cerita Penjumlahan sampai dengan 10

Matematika Kelas 1 SD

Materi: Menyelesaikan Soal Cerita Penjumlahan sampai dengan 10

1. Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran Matematika (CP 2026):
Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 20. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret, gambar, serta menyelesaikan masalah kontekstual berupa soal cerita penjumlahan dan pengurangan sampai dengan 10 secara fleksibel dan bernalar kritis.

Tujuan Pembelajaran Matematika:

  • Belajar menyelesaikan soal cerita penjumlahan sampai dengan 10.

Rincian Kegiatan Pembelajaran:

  • Menonton video cerita animasi "Petualangan Berhitung Dongeng Budi" Joyful
  • Latihan Hening Sejenak (mindful listening) mendengarkan pembacaan cerita matematika dengan fokus Mindful
  • Bermain peran (Role Play) menjadi penjual dan pembeli buah menggunakan benda konkret Joyful
  • Mengkorelasikan cerita matematika dengan pengalaman sehari-hari (membeli kue, mengumpulkan pensil) Meaningful
  • Mengamati cerita dan menemukan kata kunci penjumlahan (datang lagi, diberi, membeli lagi, jumlah seluruhnya) secara tenang Mindful
  • Menerjemahkan teks cerita menjadi kalimat matematika penjumlahan Meaningful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Soal Cerita Penjumlahan:

  1. Tahap 1 (Konkret & Role Play): Memeragakan kejadian cerita nyata menggunakan benda konkret (seperti buah atau kelereng).
  2. Tahap 2 (Visual & Identifikasi Kata Kunci): Membaca cerita bergambar dan melingkari kata kunci penjumlahan.
  3. Tahap 3 (Simbolik): Menerjemahkan informasi cerita menjadi kalimat matematika (misal: 4 + 3 = 7).
  4. Tahap 4 (Aplikasi & Penyelesaian Masalah): Menyelesaikan soal cerita dalam lembar kerja dan menjelaskan hasil penyelesaiannya.

Materi Pokok: Penjumlahan yang Hasilnya 10 (Soal Cerita)

Alokasi Waktu: 3 x 35 Menit (1 Pertemuan)

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Problem Based Learning (PBL) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
  • Metode: Bermain Peran (Role Play), Bercerita (Storytelling), Tanya Jawab, Penugasan.

Media & Alat Peraga:

  • Benda Konkret (Buah tiruan, kelereng, stik es krim)
  • Kartu Cerita Bergambar (Story Cards)
  • Video Edukasi YouTube Soal Cerita Penjumlahan
  • Papan Tulis Kecil & Spidol Warna
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Bergambar

2. Pendahuluan: Apersepsi & Keagungan Allah Swt.

Anak-anak hebat, pernahkah kalian membantu Ibu membeli buah di pasar? Allah Swt. menciptakan berbagai kejadian dalam hidup kita yang penuh keteraturan! Mari kita bersyukur melalui 3 sifat keagungan-Nya:

  • Maha Mencipta: Allah menciptakan beraneka ragam benda dan makanan manis di sekitar kita untuk kita hitung dan nikmati bersama.
  • Maha Memelihara: Allah memelihara hubungan baik antarmanusia dengan mengajarkan kita untuk saling berbagi rezeki sehingga kebaikan kita terus bertambah.
  • Maha Memberi Rezeki: Allah memberikan kita rezeki berupa makanan, mainan, serta akal yang cerdas untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan Pemantik:

"Jika Ibu memberimu 3 buah apel, lalu Ayah membawakan lagi 2 buah apel untukmu, apakah buah apelmu makin banyak atau makin sedikit? Mengapa nikmat yang diberikan Allah kepada kita selalu bertambah saat kita bersyukur?"

3. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya (Penjumlahan yang Hasilnya 10)

Sebelum belajar soal cerita, mari kita ingat kembali materi minggu lalu tentang "Penjumlahan yang Hasilnya 10". Pilihlah jawaban Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Hasil dari penjumlahan 6 + 4 adalah 10. ( B / S )
  2. Pasangan angka agar menjadi 10 dari angka 7 adalah 2. ( B / S )
  3. Pasangan kembar 5 + 5 jika dijumlahkan hasilnya adalah 10. ( B / S )
  4. Jika kita punya 8 bola, kita butuh 2 bola lagi agar jumlahnya menjadi 10. ( B / S )
  5. Penjumlahan 3 + 6 hasilnya sama dengan 10. ( B / S )

4. Inti Pembelajaran: Video & Penjelasan Materi

🎬 Tonton Video Pembelajaran Ini Yuk!

Mari menyimak cara mudah menyelesaikan soal cerita penjumlahan di sini:

▶ Tonton Video: Soal Cerita Penjumlahan Kelas 1 SD

A. Mengenal Langkah Menyelesaikan Soal Cerita

Soal Cerita adalah cerita singkat dalam kehidupan sehari-hari yang berisi masalah matematika.

4 Langkah Mudah Menyelesaikan Soal Cerita:

  1. Baca: Baca cerita dengan teliti.
  2. Cari Kata Kunci: Temukan kata penjumlah seperti diberi lagi, membeli lagi, datang lagi, digabung, total, seluruhnya.
  3. Tulis Kalimat Matematika: Tuliskan angka dan tanda tambah (+).
  4. Hitung Hasilnya: Cari jawaban akhir dengan menghitung maju atau memakai jari.

B. Contoh Kehidupan Sehari-hari

Cerita 1: Piring Kue Siti

Siti memiliki 4 kue donat di atas piring 🍩🍩🍩🍩.

Ibu memberi Siti 3 kue donat lagi 🍩🍩🍩.

Berapa jumlah seluruh kue donat Siti sekarang?

Penyelesaian:

Kata Kunci: diberi lagi, jumlah seluruh ➔ Penjumlahan (+)

Kalimat Matematika: 4 + 3 = 7

Jadi, jumlah seluruh kue donat Siti ada 7 buah.

Cerita 2: Burung di Dahan Pohon

Ada 6 burung sedang hinggap di dahan pohon 🐦🐦🐦🐦🐦🐦.

Kemudian 4 burung lagi datang hinggap di dahan itu 🐦🐦🐦🐦.

Berapa banyak burung di dahan pohon sekarang?

Penyelesaian:

Kata Kunci: datang lagi ➔ Penjumlahan (+)

Kalimat Matematika: 6 + 4 = 10

Jadi, banyak burung di dahan pohon sekarang ada 10 ekor.

5. Penutup: Asesmen Formatif

Bacalah soal cerita di bawah ini, lalu tuliskan kalimat matematika dan jawabannya!

[Tingkat Mudah]

1. Budi mempunyai 5 kelereng. Ayah memberi Budi 2 kelereng lagi. Berapa jumlah kelereng Budi sekarang?

Kalimat Matematika: .... + .... = ....

2. Ani membawa 4 jeruk ke sekolah. Lani membawa 4 jeruk. Berapa jumlah jeruk Ani dan Lani jika digabungkan?

Kalimat Matematika: .... + .... = ....

[Tingkat Sedang]

3. Di dalam akuarium ada 6 ikan mas. Edo memasukkan lagi 3 ikan mas ke dalam akuarium. Berapa ekor jumlah ikan mas di akuarium sekarang?

Kalimat Matematika: .... + .... = ....

4. Dodi memelihara 7 anak ayam. Hari ini 3 anak ayam menetas lagi dari telurnya. Berapa jumlah anak ayam Dodi seluruhnya sekarang?

Kalimat Matematika: .... + .... = ....

[Tingkat Sukar]

5. Siti menata 3 buku di meja. Kemudian Budi menaruh 2 buku di meja yang sama. Lalu Ibu menambahkan lagi 4 buku. Berapa jumlah buku yang ada di atas meja sekarang?

Kalimat Matematika: .... + .... + .... = ....

🔑 Kunci Jawaban

Review Materi (Benar/Salah):

1. B | 2. S (seharusnya 3) | 3. B | 4. B | 5. S (3 + 6 = 9)

Isian Formatif:

  1. 5 + 2 = 7 kelereng
  2. 4 + 4 = 8 jeruk
  3. 6 + 3 = 9 ikan mas
  4. 7 + 3 = 10 anak ayam
  5. 3 + 2 + 4 = 9 buku

6. Kesimpulan Materi

Menyelesaikan soal cerita penjumlahan sangat mudah dan menyenangkan! Cukup baca ceritanya dengan teliti, temukan kata kunci penjumlah seperti diberi lagi atau datang lagi, lalu ubah cerita menjadi kalimat matematika sederhana untuk menemukan hasilnya.

7. Catatan Evaluasi Pengajaran (Refleksi Guru)

Aspek Evaluasi Deskripsi / Catatan Lapangan
Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut (Solusi)
Data Ketuntasan Siswa

Siswa yang paham utuh:

Siswa yang belum paham:

Selasa, 08 September 2026

Materi Ajar (Rabu, 9 September 2026)

✨ KURIKULUM MERDEKA ✨ 📚 JURNAL HARIAN

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 1. Nama Guru : Purwanti, S.Pd.
📅 2. Hari / Tanggal : Rabu, 9 September 2026
🏫 3. Fase / Kelas : Fase A / Kelas 1
📖 4. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
🎡 5. Materi : Bermain di taman bermain
🚀 6. Pertemuan Ke : 6
🌟 APERSEPSI HARI INI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! 😃✨

Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, shalat adalah kewajiban utama kita sebagai seorang muslim 🕌. Dimana Allah SWT sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

☝️ Mengenal Kebesaran Allah SWT:
Allah adalah Al-Khaliq (Zat yang Maha Pencipta) yang menciptakan alam semesta dan pepohonan indah, Al-Malik (Zat yang Maha Memelihara) yang senantiasa menjaga keselamatan kita, serta Al-Razzaq (Zat yang Maha Memberi Rezeki) yang melimpahkan nikmat berupa tempat yang indah untuk bermain bersama teman-teman 🌳🛝.

Tahukah kamu? Allah Al-Razzaq memberikan kita rezeki berupa taman bermain yang asri serta teman-teman yang ramah. Kemarin anak-anak sudah hebat sekali mempelajari aturan bermain aman dan tidak aman. Hari ini kita akan menjelajah cerita seru tentang Bermain di taman bermain sambil tetap menjaga keselamatan dan kerukunan bersama! 🎡🎠✨

Hari ini di Pertemuan Ke-6, mari kita membaca cerita dan berpetualang di taman bermain dengan gembira dan penuh semangat! Sudah siap? Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama! 🚀📚

Materi Bahasa Indonesia Kelas 1 - Bermain Ayunan dengan Aman & Sikap Baik Saat Bermain

Bahasa Indonesia Kelas 1 SD

Materi: Cara Bermain Ayunan yang Aman & Sikap Baik Saat Bermain

1. Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026):
Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang diri dan lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu memahami informasi dari teks lisan, visual, dan audiovisual sederhana, serta mampu menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan santun dan aman.

Tujuan Pembelajaran:

  • Menjelaskan cara bermain ayunan dengan aman.
  • Mengidentifikasi sikap baik dan tidak baik saat bermain bersama teman.

Rincian Kegiatan Pembelajaran:

  • Menonton video lagu dan cerita "Serunya Bermain Ayunan dengan Aman" Joyful
  • Latihan hening sejenak (mindful breathing) untuk menyadari keselamatan fisik saat bergerak Mindful
  • Mengamati gambar poster "Sikap Baik dan Buruk di Taman Bermain" Meaningful
  • Simulasi gaya bermain ayunan dan memeragakan antre bergiliran secara berpasangan Joyful
  • Diskusi reflektif memilah gambar contoh sikap terpuji saat bermain bersama Meaningful
  • Refleksi perasaan mengenai kebahagiaan memiliki teman yang saling menjaga Mindful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Tahap 1 (Mengamati & Mengenal): Memperhatikan ilustrasi dan video tentang tata cara bermain ayunan serta sikap saat bermain bersama.
  2. Tahap 2 (Memahami & Mengidentifikasi): Menemukan perbedaan antara cara bermain ayunan yang aman dan berbahaya, serta membedakan sikap terpuji dan tidak santun.
  3. Tahap 3 (Membaca & Menganalisis): Membaca teks narasi pendek sederhana tentang pengalaman anak-anak bermain ayunan di taman.
  4. Tahap 4 (Mengevaluasi & Menceritakan): Menyebutkan aturan keselamatan bermain ayunan dan menceritakan kembali sikap baik saat bermain di depan kelas.

Materi Pokok: Bermain Aman dan Tidak Aman

Alokasi Waktu: 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Problem Based Learning (PBL) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
  • Metode: Role Playing (Simulasi), Pengamatan Gambar, Tanya Jawab, Diskusi Kelompok, Penugasan.

Media & Alat Peraga:

  • Video Edukasi YouTube tentang Keselamatan Bermain Ayunan
  • Kartu Gambar (Flashcard) Sikap Baik vs Sikap Buruk
  • Poster A3 "Aturan Main Ayunan yang Aman"
  • Boneka tangan untuk peragaan cerita

2. Pendahuluan: Apersepsi & Keagungan Allah Swt.

Anak-anak yang sholeh dan sholehah, Allah Swt. sangat mencintai anak-anak yang menjaga diri dan menyayangi temannya. Mari kita syukuri kebesaran Allah Swt. melalui 3 sifat keagungan-Nya:

  • Maha Mencipta: Allah menciptakan tangan untuk memegang erat tali ayunan dan kaki untuk menjaga keseimbangan tubuh kita saat berayun.
  • Maha Memelihara: Allah memelihara keselamatan kita. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dan tidak bertindak ceroboh saat bermain agar tubuh tidak cedera.
  • Maha Memberi Rezeki: Allah memberi kita rezeki berupa teman-teman yang ramah serta kesempatan bermain gembira di taman sekolah.

Pertanyaan Pemantik:

"Saat kalian naik ayunan, mengapa tangan kita harus memegang tali ayunan dengan kuat? Bagaimana perasaan temanmu jika kamu mau bergantian main ayunan dengan sabar?"

3. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya (Bermain Aman dan Tidak Aman)

Sebelum memulai materi hari ini, mari kita ingat kembali materi minggu lalu tentang "Bermain Aman dan Tidak Aman". Pilihlah jawaban Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Bermain di taman dan lapangan rumput adalah contoh tempat bermain yang aman. ( B / S )
  2. Bermain layang-layang di pinggir jalan raya sangat aman untuk anak-anak. ( B / S )
  3. Memakai helm dan pelindung lutut saat naik sepeda dapat menjaga tubuh dari cedera. ( B / S )
  4. Mendorong teman saat bermain di tempat tinggi adalah tindakan yang terpuji. ( B / S )
  5. Menjaga keselamatan saat bermain adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt. ( B / S )

4. Inti Pembelajaran: Penjelasan Materi

A. Cara Bermain Ayunan dengan Aman

Ayunan adalah permainan yang sangat menyenangkan, tetapi kita harus tahu aturan kesalamatannya agar tidak jatuh.

Aturan Bermain Ayunan yang Aman (✔):

  • Duduklah dengan rapi di atas papan ayunan (jangan berdiri di atas ayunan).
  • Pegang erat-erat kedua tali ayunan menggunakan kedua tangan.
  • Ayunkan kaki perlahan-lahan, jangan berayun terlalu tinggi.
  • Tunggulah di tempat yang aman (di samping/di belakang) saat menunggu giliran, jangan berdiri tepat di depan ayunan yang sedang bergerak.
  • Jangan melompat turun saat ayunan masih bergerak kencang.

B. Sikap Baik dan Tidak Baik Saat Bermain Bersama Teman

1. Sikap BAIK Saat Bermain (✔):

  • Antre dan bergantian main ayunan dengan sabar.
  • Meminta izin saat ingin meminjam mainan teman.
  • Mengucapkan terima kasih dan membantu teman yang terjatuh.
  • Berbicara dengan bahasa yang santun dan senyum yang ramah.

2. Sikap TIDAK BAIK Saat Bermain (✖):

  • Berebut mainan atau merebut ayunan yang sedang dipakai teman.
  • Mendorong atau mengejek teman yang belum mahir main.
  • Marah dan menangis saat tidak menang dalam permainan.

5. Penutup: Asesmen Formatif

Pahami Teks BACAAN Berikut Ini:

Gantian Main Ayunan di Taman

Siti dan Lani pergi ke taman sekolah saat jam istirahat. Di sana ada satu ayunan kosong. Siti duduk rapi di papan ayunan lalu memegang tali ayunan dengan erat. Lani membantu mengayunkan perlahan dari belakang. Setelah menghitung sampai sepuluh, Siti turun dari ayunan dengan hati-hati. Siti lalu bergantian memberikan ayunan kepada Lani. Tiba-tiba, Doni datang dan ingin merebut ayunan Lani. Siti dan Lani mengingatkan Doni agar mau mengantre dengan sabar. Doni sadar lalu minta maaf dan mau mengantre dengan tertib.

Jawablah pertanyaan esai singkat di bawah ini berdasarkan bacaan di atas!

[Tingkat Mudah]

1. Apa yang dipegang erat oleh Siti saat sedang duduk di papan ayunan?

2. Siapa nama anak yang membantu mengayunkan ayunan Siti dari belakang?

[Tingkat Sedang]

3. Tuliskan dua cara bermain ayunan dengan aman yang dilakukan oleh Siti dalam cerita!

4. Menurutmu, mengapa tindakan Doni yang ingin merebut ayunan Lani termasuk sikap yang tidak baik?

[Tingkat Sukar]

5. Jika kamu melihat temanmu melompat turun saat ayunan masih berayun sangat kencang, apa yang akan kamu katakan untuk mengingatkannya demi keselamatannya?

🔑 Kunci Jawaban

Review Materi (Benar/Salah):

1. B | 2. S | 3. B | 4. S | 5. B

6. Kesimpulan Materi

Bermain ayunan akan terasa aman dan menyenangkan jika kita memegang tali dengan kuat, duduk rapi, dan tidak berayun terlalu tinggi. Selain itu, menunjukkan sikap baik seperti mengantre dengan sabar, tidak berebut, dan saling menjaga keselamatan akan membuat kita disukai banyak teman!

7. Catatan Evaluasi Pengajaran (Refleksi Guru)

Aspek Evaluasi Deskripsi / Catatan Lapangan
Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut (Solusi)
Data Ketuntasan Siswa

Siswa yang paham utuh:

Siswa yang belum paham:

Senin, 07 September 2026

Materi Ajar (Selasa, 8 September 2026)

✨ KURIKULUM MERDEKA ✨ 📚 JURNAL HARIAN

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 1. Nama Guru : Purwanti, S.Pd.
📅 2. Hari / Tanggal : Selasa, 8 September 2026
🏫 3. Fase / Kelas : Fase A / Kelas 1
🔢 4. Mata Pelajaran : Matematika
🧩 5. Materi : Penjumlahan yang hasilnya 10
🚀 6. Pertemuan Ke : 5
🌟 APERSEPSI HARI INI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! 😃✨

Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, shalat adalah kewajiban utama kita sebagai seorang muslim 🕌. Dimana Allah SWT sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

☝️ Mengenal Kebesaran Allah SWT:
Allah adalah Al-Khaliq (Zat yang Maha Pencipta) yang menciptakan kita dengan sempurna lengkap dengan 10 jari tangan yang sangat berguna, Al-Malik (Zat yang Maha Memelihara) yang senantiasa menjaga kita, dan Al-Razzaq (Zat yang Maha Memberi Rezeki) yang melimpahkan nikmat-Nya setiap hari 🤲.

Tahukah kamu? Allah Al-Khaliq menciptakan 10 jari di tangan kita sebagai salah satu karunia-Nya. Kemarin anak-anak sudah hebat sekali belajar tentang penjumlahan berulang, dan hari ini kita akan menggunakan jari-jari indah ciptaan Allah untuk berpetualang menemukan pasangan angka dalam Penjumlahan yang hasilnya 10! 🖐️+🖐️=🔟✨

Hari ini di Pertemuan Ke-5, mari kita menghitung dan menemukan berbagai cara untuk menghasilkan angka 10 dengan gembira dan penuh semangat! Sudah siap? Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama! 🚀📚

Materi Matematika Kelas 1 - Penjumlahan yang Hasilnya 10

Matematika Kelas 1 SD

Materi: Penjumlahan yang Hasilnya 10

1. Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran Matematika (CP 2026):
Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 20. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret, gambar, serta mengidentifikasi pasangan bilangan (number bonds) yang membentuk angka 10 secara fleksibel dan bernalar kritis.

Tujuan Pembelajaran Matematika:

  • Menemukan pasangan bilangan yang jumlahnya 10.

Rincian Kegiatan Pembelajaran:

  • Menonton video lagu edukasi "Pasangan Bilangan Sahabat 10" Joyful
  • Latihan hening sejenak (mindful breathing) sambil mengamati dan menghitung 10 jari tangan sendiri Mindful
  • Bermain game "Cari Pasangan Sahabat 10" menggunakan kartu angka dan bingkai 10 (ten-frame) Joyful
  • Mengkorelasikan pembuatan angka 10 dengan benda sehari-hari (10 donat dalam kotak, 10 pensil warna) Meaningful
  • Mengamati sisa ruang kosong pada bingkai 10 secara fokus dan tenang Mindful
  • Menuliskan variasi pasangan kalimat matematika penjumlahan yang menghasilkan 10 Meaningful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Penjumlahan yang Hasilnya 10:

  1. Tahap 1 (Konkret & Sensori): Menghitung dan melipat 10 jari tangan atau menata 10 manik-manik untuk menemukan pasangan angka.
  2. Tahap 2 (Visual / Ten-Frame): Mengisi bingkai 10 kotak (ten-frame) dengan dua warna benda berbeda untuk melihat pasangan angka 10.
  3. Tahap 3 (Simbolik): Menerjemahkan susunan benda menjadi kalimat matematika penjumlahan (misal: 7 + 3 = 10).
  4. Tahap 4 (Aplikasi & Memori): Menyelesaikan soal isian dan cerita kontekstual melengkapi bilangan menuju angka 10 secara mandiri.

Materi Pokok: Penjumlahan yang Hasilnya 10

Alokasi Waktu: 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Problem Based Learning (PBL) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
  • Metode: Eksplorasi Konkret (Ten-Frame), Permainan Kartu, Tanya Jawab, Penugasan.

Media & Alat Peraga:

  • Media Bingkai 10 Kotak (Ten-Frame Board)
  • Kancing / Manik-Manik Dua Warna (Merah dan Kuning)
  • Video Edukasi YouTube "Pasangan 10"
  • Kartu Angka Sahabat 10
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Bergambar

2. Pendahuluan: Apersepsi & Keagungan Allah Swt.

Anak-anak hebat, pernahkah kalian memperhatikan 10 jari di tangan kalian? Allah Swt. menciptakan tubuh kita dengan sangat sempurna! Mari kita bersyukur melalui 3 sifat keagungan-Nya:

  • Maha Mencipta: Allah menciptakan 10 jari tangan dan 10 jari kaki pada tubuh kita dengan rapi untuk membantu kita beraktivitas dan belajar berhitung.
  • Maha Memelihara: Allah memelihara keseimbangan bilangan di alam. Angka 10 menjadi angka yang lengkap dan memudahkan manusia dalam menghitung.
  • Maha Memberi Rezeki: Allah memberikan kita rezeki berupa kesehatan jemari dan akal yang cerdas untuk menemukan pasangan bilangan yang menghasilkan 10.

Pertanyaan Pemantik:

"Angkat kedua tangan kalian! Jika 6 jari tangan kalian terbuka, berapa jari tangan yang masih tertutup agar semuanya menjadi 10? Mengapa Allah menciptakan 10 jari tangan untuk kita?"

3. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya (Penjumlahan Berulang)

Sebelum belajar tentang penjumlahan yang hasilnya 10, mari kita ingat kembali materi minggu lalu tentang "Penjumlahan Berulang". Pilihlah jawaban Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Penjumlahan berulang adalah menjumlahkan bilangan yang sama secara berulang-ulang. ( B / S )
  2. Bentuk penjumlahan 3 + 3 + 3 artinya angka 3 dijumlahkan sebanyak 3 kali. ( B / S )
  3. Hasil dari 2 + 2 + 2 + 2 adalah 6. ( B / S )
  4. Jika ada 2 piring dan masing-masing berisi 5 kue, penjumlahannya adalah 5 + 5 = 10. ( B / S )
  5. Bentuk penjumlahan 4 + 4 sama hasilnya dengan 2 + 2 + 2 + 2. ( B / S )

4. Inti Pembelajaran: Video & Penjelasan Materi

🎬 Tonton Video Pembelajaran Ini Yuk!

Mari menyimak cara seru menemukan pasangan bilangan yang hasilnya 10 di sini:

▶ Tonton Video: Penjumlahan Hasil 10 Kelas 1 SD

A. Konsep Pasangan Bilangan Sahabat 10

Pasangan Bilangan Sahabat 10 adalah dua angka yang jika digabungkan atau dijumlahkan akan selalu menghasilkan total 10.

Kita bisa menggunakan 10 jari tangan atau bingkai 10 kotak (ten-frame) untuk menemukannya!

B. Daftar Pasangan Bilangan yang Hasilnya 10

Daftar Kalimat Matematika Hasil 10:

🔴 0 + 10 = 10  |  🟡 10 + 0 = 10

🔴 1 + 9 = 10  |  🟡 9 + 1 = 10

🔴 2 + 8 = 10  |  🟡 8 + 2 = 10

🔴 3 + 7 = 10  |  🟡 7 + 3 = 10

🔴 4 + 6 = 10  |  🟡 6 + 4 = 10

🟢 5 + 5 = 10 (Pasangan kembar)

C. Contoh Kehidupan Sehari-hari

Kotak Donat Ibu:

Ibu punya kotak tempat donat yang muat 10 donat. Ibu baru mengisinya dengan 7 donat cokelat 🍩🍩🍩🍩🍩🍩🍩.

Berapa donat keju lagi yang dibutuhkan agar kotaknya terisi penuh 10?

Jawab: 7 + 3 = 10. Jadi, Ibu butuh 3 donat keju lagi!

5. Penutup: Asesmen Formatif

Isilah titik-titik di bawah ini dengan angka yang tepat agar jumlahnya menjadi 10!

[Tingkat Mudah]

1. 8 + .... = 10

2. 5 + .... = 10

[Tingkat Sedang]

3. Siti mempunyai 6 pensil warna. Berapa pensil warna lagi yang Siti perlukan agar jumlahnya menjadi 10?

4. .... + 3 = 10

[Tingkat Sukar]

5. Budi memiliki 2 kelereng merah dan 4 kelereng biru. Berapa kelereng hijau lagi yang harus Budi tambahkan agar total kelerengnya menjadi 10?

Jawab: Budi membutuhkan .... kelereng hijau. (Kalimat matematika: 2 + 4 + .... = 10)

6. Kesimpulan Materi

Menemukan pasangan bilangan yang jumlahnya 10 sangatlah mudah jika kita mengingat "Sahabat 10". Angka-angka seperti (1 dan 9), (2 dan 8), (3 dan 7), (4 dan 6), serta (5 dan 5) adalah pasangan setia yang selalu menghasilkan 10 jika dijumlahkan!

7. Catatan Evaluasi Pengajaran (Refleksi Guru)

Aspek Evaluasi Deskripsi / Catatan Lapangan
Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut (Solusi)
Data Ketuntasan Siswa

Siswa yang paham utuh:

Siswa yang belum paham:

Minggu, 06 September 2026

Materi Ajar (Senin, 7 September 2026)

✨ KURIKULUM MERDEKA ✨ 📚 JURNAL HARIAN

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 1. Nama Guru : Purwanti, S.Pd.
📅 2. Hari / Tanggal : Senin, 7 September 2026
🏫 3. Fase / Kelas : Fase A / Kelas 1
📖 4. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
🛝 5. Materi : Bermain aman dan tidak aman
🚀 6. Pertemuan Ke : 5
🌟 APERSEPSI HARI INI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! 😃✨

Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, shalat adalah kewajiban utama kita sebagai seorang muslim 🕌. Dimana Allah SWT sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

☝️ Mengenal Kebesaran Allah SWT:
Allah adalah Al-Khaliq (Zat yang Maha Pencipta) yang menciptakan tubuh kita dengan sempurna, Al-Malik (Zat yang Maha Memelihara) yang senantiasa menjaga keselamatan diri kita, serta Al-Razzaq (Zat yang Maha Memberi Rezeki) yang memberikan rezeki berupa rasa gembira saat bermain bersama teman-teman 🎈.

Tahukah kamu? Allah Al-Malik mengajarkan kita untuk selalu menjaga keselamatan diri yang telah diciptakan-Nya. Kemarin anak-anak sudah hebat sekali belajar kata yang berawalan huruf d, r, j, dan s. Hari ini kita akan belajar membedakan mana perilaku Bermain aman dan tidak aman agar kita selalu terlindungi saat bermain! 🛝⚠️✨

Hari ini di Pertemuan Ke-5, mari kita belajar dan berpetualang mengenal cara bermain yang aman dengan riang gembira! Sudah siap? Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama! 🚀📚

Materi Bahasa Indonesia Kelas 1 - Bermain Aman dan Tidak Aman

Bahasa Indonesia Kelas 1 SD

Materi: Tempat dan Cara Bermain yang Aman serta Tidak Aman

1. Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026):
Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang diri dan lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu memahami informasi dari teks lisan, visual, dan audiovisual sederhana, serta mampu menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan santun dan aman.

Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat mengidentifikasi tempat dan cara bermain yang aman serta tidak aman secara tepat melalui teks bacaan dan pengamatan gambar.

Rincian Kegiatan Pembelajaran:

  • Menonton video animasi "Aturan Bermain yang Aman di Luar Rumah" Joyful
  • Latihan hening sejenak (mindful breathing) dan mengamati keadaan sekitar sebelum bermain Mindful
  • Mengamati gambar poster "Tempat Bermain Aman vs Bahaya" Meaningful
  • Permainan tepuk "Aman Yes, Bahaya No!" saat guru menyebutkan lokasi bermain Joyful
  • Diskusi kelompok kecil memilah gambar cara bermain yang santai dan aman Meaningful
  • Refleksi bersama mengenai keselamatan tubuh saat bermain di sekolah maupun rumah Mindful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Tahap 1 (Mengamati & Mengenal): Memperhatikan visual tempat dan cara bermain melalui gambar serta video pembelajaran.
  2. Tahap 2 (Membedakan & Mengidentifikasi): Menemukan ciri-ciri tempat dan tindakan yang aman serta berbahaya bagi anak.
  3. Tahap 3 (Membaca & Memahami): Membaca teks narasi pendek sederhana tentang aktivitas bermain anak-anak.
  4. Tahap 4 (Mengevaluasi & Menceritakan): Menyebutkan alasan memilih tempat aman dan menyampaikan aturan keselamatan bermain secara lisan/tulisan.

Materi Pokok: Bermain Aman dan Tidak Aman

Alokasi Waktu: 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Problem Based Learning (PBL) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
  • Metode: Pengamatan Gambar, Tanya Jawab, Diskusi Berpasangan, Permainan Edukatif, Penugasan.

Media & Alat Peraga:

  • Video Edukasi YouTube tentang Keselamatan Bermain
  • Kartu Gambar (Flashcard) Lokasi dan Cara Bermain
  • Poster A3 "Zona Bermain Aman dan Berbahaya"
  • Papan Tempel Rambu Keselamatan

2. Pendahuluan: Apersepsi & Keagungan Allah Swt.

Anak-anak yang sholeh dan sholehah, Allah Swt. sangat menyayangi kita. Mari kita syukuri kebesaran Allah Swt. melalui 3 sifat keagungan-Nya:

  • Maha Mencipta: Allah menciptakan tubuh kita lengkap dengan tangan, kaki, dan mata yang sehat agar kita bisa bergerak dan bermain gembira.
  • Maha Memelihara: Allah memelihara diri kita dari bahaya. Oleh karena itu, kita harus menjaga keselamatan tubuh yang telah Allah karuniakan ini.
  • Maha Memberi Rezeki: Allah memberi kita rezeki berupa teman-teman yang baik, tempat bermain yang indah, serta akal untuk membedakan hal yang aman dan bahaya.

Pertanyaan Pemantik:

"Tubuh kita adalah karunia indah dari Allah Swt. Bagaimana cara kita bersyukur dan menjaga tubuh agar tidak terluka saat sedang asyik bermain bersama teman?"

3. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya (Kata Berawalan Huruf d, r, j, s)

Sebelum memulai materi baru, mari kita ingat kembali materi minggu lalu tentang "Kata Berawalan Huruf d, r, j, dan s". Pilihlah jawaban Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Kata "dadu" diawali dengan huruf d. ( B / S )
  2. Kata "sapi" diawali dengan huruf j. ( B / S )
  3. Kata "roda" dan "rusa" sama-sama diawali dengan huruf r. ( B / S )
  4. Kata "jam" diawali dengan huruf s. ( B / S )
  5. Huruf s jika digabung dengan vokal u dibaca "su" seperti pada kata "susu". ( B / S )

4. Inti Pembelajaran: Video & Penjelasan Materi

🎬 Tonton Video Pembelajaran Ini Yuk!

Mari menyimak cara memilih tempat dan cara bermain yang aman di sini:

▶ Tonton Video: Bermain Aman dan Tidak Aman

A. Mengenal Tempat Bermain yang Aman dan Tidak Aman

Bermain itu sangat menyenangkan! Namun, kita harus memilih tempat yang tepat agar tubuh tidak terluka.

1. Tempat Bermain yang AMAN (✔):

  • Taman Bermain / Lapangan Rumput: Udara segar dan permukaan tanahnya aman.
  • Halaman Rumah / Sekolah: Terhindar dari lalu lintas kendaraan.

2. Tempat Bermain yang TIDAK AMAN / BERBAHAYA (✖):

  • Jalan Raya: Banyak mobil dan motor melintas.
  • Dekat Sungai Dalam / Tempat Reruntuhan: Bisa terpeleset atau tertimpa benda berat.

B. Mengenal Cara Bermain yang Aman dan Tidak Aman

1. Cara Bermain yang AMAN (✔):

  • Mengantre perosotan dengan sabar.
  • Memakai pelindung lutut dan helm saat naik sepeda.
  • Bermain bersama teman tanpa dorong-dorongan.

2. Cara Bermain yang TIDAK AMAN (✖):

  • Bermain korek api atau benda tajam.
  • Menaiki perosotan dari arah depan (melawan arus).
  • Mendorong teman saat mengayun ayunan tinggi.

5. Penutup: Asesmen Formatif

Pahami Teks BACAAN Berikut Ini:

Sore yang Ceria di Taman

Beno dan Budi bermain sepak bola di taman desa. Taman itu hijau, luas, dan bebas dari lalu lintas kendaraan. Mereka bermain dengan gembira dan tertib. Sementara itu, Dodi bermain layang-layang di pinggir jalan raya. Dodi berlari mundur tanpa melihat ke belakang. Tiba-tiba ada sepeda motor lewat dan mengklakson Dodi. Dodi terkejut dan hampir jatuh. Budi mengingatkan Dodi agar berpindah bermain ke taman bersama mereka.

Jawablah pertanyaan esai singkat di bawah ini berdasarkan bacaan di atas!

[Tingkat Mudah]

1. Di manakah Beno dan Budi bermain sepak bola?

2. Siapa nama anak yang bermain layang-layang di pinggir jalan raya?

[Tingkat Sedang]

3. Mengapa taman merupakan tempat bermain yang aman untuk Beno dan Budi?

4. Mengapa cara bermain Dodi di pinggir jalan raya sangat tidak aman dan berbahaya?

[Tingkat Sukar]

5. Jika kamu melihat kawanmu ingin bermain di tempat yang berbahaya, apa yang akan kamu lakukan untuk menjaganya?

6. Kesimpulan Materi

Bermain terasa menyenangkan jika kita selalu mengutamakan keselamatan. Pilihlah tempat yang aman seperti taman atau lapangan, serta bermainlah secara tertib tanpa membahayakan diri sendiri dan teman. Menjaga keselamatan saat bermain adalah bentuk rasa syukur kita atas kesehatan yang diberikan Allah Swt.

7. Catatan Evaluasi Pengajaran (Refleksi Guru)

Aspek Evaluasi Deskripsi / Catatan Lapangan
Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut (Solusi)
Data Ketuntasan Siswa

Siswa yang paham utuh:

Siswa yang belum paham:

Kamis, 03 September 2026

Materi Ajar (Jumat, 4 September 2026)

 ✨ KURIKULUM MERDEKA ✨ 📚 JURNAL HARIAN

📌 IDENTITAS PEMBELAJARAN

👩‍🏫 1. Nama Guru: Purwanti, S.Pd.
📅 2. Hari / Tanggal: Jumat, 4 September 2026
🏫 3. Fase / Kelas: Fase A / Kelas 1
🎨 4. Mata Pelajaran: Seni Rupa
🖍️ 5. Materi: Garis Menunjukkan Gerakan
🚀 6. Pertemuan Ke: 6
🌟 APERSEPSI HARI INI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🌸

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu ya! 😃✨

Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, shalat adalah kewajiban utama kita sebagai seorang muslim 🕌. Dimana Allah SWT sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.

☝️ Mengenal Kebesaran Allah SWT:
Allah adalah Al-Khaliq (Zat yang Maha Pencipta) yang menciptakan alam semesta beserta isinya, Al-Malik (Zat yang Maha Memelihara) yang memelihara kehidupan kita dengan sebaik-baiknya keadaan, dan Al-Razzaq (Zat yang Maha Memberi Rezeki) yang memberi kita nikmat berupa pancaindra dan keindahan alam untuk kita syukuri 🌿🎨.

Tahukah kamu? Allah Al-Khaliq menciptakan ombak laut yang bergulung, angin yang berembus, dan burung yang terbang bergelombang. Kemarin anak-anak sudah hebat sekali mengenal aneka macam garis, dan hari ini kita akan mengalirkan garis-garis tersebut menjadi karya yang indah melalui materi Garis Membentuk Gerakan! 〰️🌊✨

Hari ini di Pertemuan Ke-6, mari kita berkreasi membuat garis bergelombang dan meliuk yang penuh gerakan dengan gembira! Sudah siap? Yuk, kita mulai belajar dengan membaca Basmalah bersama-sama! 🚀🎨

Seni Rupa Kelas 1 SD

Materi: Garis Membentuk Gerakan

1. Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran Seni Rupa (CP 2026):
Peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan merespons unsur-unsur rupa dasar seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur di lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu mengaplikasikan garis untuk mengekspresikan kesan gerak, perasaan, serta ide kreatif sederhana menggunakan berbagai alat dan bahan secara aman dan bernalar kritis.

Tujuan Pembelajaran Seni Rupa:

  • Garis Membentuk Gerakan
  • Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menggambar variasi garis yang menciptakan kesan gerakan pada karya seni rupa dengan benar dan ekspresif.

Rincian Kegiatan Pembelajaran:

  • Menonton video pembelajaran animasi "Garis yang Menari dan Bergerak" Joyful
  • Melakukan olah tubuh dan gerakan tangan menirukan ombak, angin, dan petir di udara (kinestetik) Joyful
  • Latihan hening sejenak (mindful breathing) sambil merasakan getaran gerakan tangan sebelum menggoreskan krayon Mindful
  • Mengamati gerakan benda-benda alam di sekitar sekolah (daun jatuh, aliran air, hujan) Meaningful
  • Fokus dan penuh kesadaran menggoreskan garis dinamis pada kertas gambar tanpa ragu Mindful
  • Membuat karya gambar ekspresif "Angin Badai dan Ombak Laut" menggunakan krayon warna-warni Meaningful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Garis Menunjukkan Gerakan:

  1. Tahap 1 (Pengamatan & Sensori): Mengamati benda-benda yang bergerak di alam dan menghubungkannya dengan kesan bentuk garis.
  2. Tahap 2 (Eksplorasi Gerak Motorik): Menirukan gerakan benda (seperti ombak atau petir) melalui gerakan tangan di udara dan di atas kertas.
  3. Tahap 3 (Berekspresi / Berkarya): Menggambar garis gelombang, zig-zag, dan spiral untuk menunjukkan kesan benda sedang bergerak cepat, pelan, atau berputar.
  4. Tahap 4 (Apresiasi Sederhana): Menceritakan kesan gerakan dari garis yang telah dibuat di depan teman-teman kelas.

Materi Pokok: Garis Membentuk Gerakan

Alokasi Waktu: 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)

Model & Metode Pembelajaran:

  • Model: Project Based Learning (PjBL) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Pendekatan Ekspresi Bebas.
  • Metode: Demonstrasi, Eksplorasi Gerak (VAK), Eksperimen Menggambar, Pameran Karya Sederhana (Gallery Walk).

Media & Alat Peraga:

  • Pita kain / Tali rafi'a untuk peragaan gerak garis
  • Video Edukasi Seni Rupa YouTube
  • Buku Gambar A4, Krayon, dan Pensil Warna
  • Gambar visual fenomena alam (ombak, angin puting beliung, hujan)
  • Papan pajang karya siswa

2. Pendahuluan: Apersepsi & Keagungan Allah Swt.

Anak-anak yang kreatif dan sholeh/sholehah, pernahkah kalian melihat indahnya ombak di laut atau angin yang menari meniup dedaunan? Semua gerakan indah itu diciptakan oleh Allah Swt.! Mari kita bersyukur melalui 3 sifat keagungan-Nya:

  • Maha Mencipta: Allah menciptakan alam semesta yang selalu bergerak dengan penuh keindahan, seperti aliran air sungai, tiupan angin, hingga kilatan petir di langit.
  • Maha Memelihara: Allah memelihara keseimbangan gerak di bumi agar angin dan air mengalir memberikan kesegaran bagi seluruh makhluk hidup.
  • Maha Memberi Rezeki: Allah memberikan kita jemari tangan yang lentur serta imajinasi yang indah sehingga kita bisa menggambar indah dan berkarya.

Pertanyaan Pemantik:

"Ketika angin kencang bertiup, bagaimana bentuk gerakan pohon di luar jendela? Jika kita menggambar angin tersebut, garis seperti apa yang cocok untuk menggambarkan gerakannya?"

3. Pembukaan: Review Materi Sebelumnya (Aneka Macam Garis)

Sebelum kita membuat garis yang bergerak, mari kita ingat kembali materi minggu lalu tentang "Aneka Macam Garis". Pilihlah jawaban Benar (B) atau Salah (S)!

  1. Garis lurus berdiri tegak disebut juga sebagai garis vertikal. ( B / S )
  2. Garis lengkung bentuknya seperti bentuk melengkung pada pelangi atau bulan sabit. ( B / S )
  3. Garis zig-zag adalah garis patah-patah yang mirip dengan rumput atau gigi gergaji. ( B / S )
  4. Garis tidak bisa digunakan untuk membuat gambar dalam seni rupa. ( B / S )
  5. Garis horizontal adalah garis lurus yang mendatar seperti garis pantai. ( B / S )

4. Inti Pembelajaran: Video & Penjelasan Materi

🎬 Tonton Video Pembelajaran Ini Yuk!

Saksikan bagaimana garis-garis sederhana bisa tampak bergerak dan menari di sini:

▶ Tonton Video: Garis Membentuk Gerakan Kelas 1 SD

A. Mengapa Garis Bisa Tampak Bergerak?

Di dalam seni rupa, garis tidak hanya diam! Jika kita menggambar garis berulang, melengkung, atau bergelombang, gambar kita akan terasa mempunyai gerakan (kesan gerak).

B. Jenis Garis dan Kesan Gerakannya

Berikut adalah jenis garis yang biasa digunakan untuk menunjukkan gerakan dalam kehidupan sehari-hari:

1. Garis Gelombang (🌊) ➔ Gerakan Lembut & Mengalir

Contoh Sehari-hari: Gerakan ombak di laut, aliran air sungai, atau rambut yang tertiup angin santai.

2. Garis Zig-zag (⚡) ➔ Gerakan Cepat & Tajam

Contoh Sehari-hari: Kilatan petir di langit saat hujan deras, atau lompatan rumput laut.

3. Garis Spiral / Melingkar (🌀) ➔ Gerakan Berputar

Contoh Sehari-hari: Angin puting beliung, obat nyamuk bakar, atau cangkang siput yang menari.

4. Garis Putus-putus (---) ➔ Gerakan Melompat / Jatuh

Contoh Sehari-hari: Titik-titik air hujan yang jatuh dari awan atau jejak lompatan kelinci.

5. Penutup: Asesmen Formatif

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

[Tingkat Mudah]

1. Garis bergelombang cocok digunakan untuk menggambar gerakan .............. di laut.

2. Garis yang bentuknya patah-patah dan tajam seperti kilatan petir disebut garis ..............

[Tingkat Sedang]

3. Jika kita ingin menggambar gerakan angin puting beliung yang berputar, kita dapat menggunakan jenis garis ..............

4. Titik-titik air hujan yang jatuh dari langit dapat digambarkan dengan bentuk garis ..............

[Tingkat Sukar]

5. Sebutkan 2 contoh benda atau kejadian di sekitar rumahmu yang gerakannya dapat digambar menggunakan garis bergelombang!

Jawab: ........................................................................................................

🔑 Kunci Jawaban

Review Materi (Benar/Salah):

1. B | 2. B | 3. B | 4. S | 5. B

Isian Formatif:

  1. Ombak / Air
  2. Zig-zag
  3. Spiral / Melingkar
  4. Putus-putus / Tegak pendek
  5. (Variasi jawaban siswa) Contoh: Aliran air keran, bendera yang tertiup angin, tali jemuran, asap makanan hangat.

6. Kesimpulan Materi

Garis adalah unsur seni rupa yang luar biasa! Dengan memvariasikan bentuk garis seperti bergelombang, zig-zag, spiral, dan putus-putus, kita dapat membuat gambar benda yang seolah-olah hidup dan sedang bergerak.

7. Catatan Evaluasi Pengajaran (Refleksi Guru)

Aspek EvaluasiDeskripsi / Catatan Lapangan
Kendala Pembelajaran
  • Beberapa siswa masih ragu-ragu dan kaku saat menggoreskan krayon, sehingga kesan garis yang dihasilkan kaku/kurang mengalir.
  • Siswa masih kesulitan membedakan antara garis spiral (berputar) dengan garis bergelombang.
Tindak Lanjut (Solusi)
  • Mengajak siswa melakukan pemanasan dengan senam gerak tangan/otot sebelum menggambar di atas kertas.
  • Memberikan media peraga pita warna untuk digerakkan di udara agar anak memahami bentuk fisik lengkungan garis.
  • Memberikan kebebasan berekspresi tanpa menuntut keteraturan yang terlalu kaku.
Data Ketuntasan Siswa

Siswa yang paham utuh: (Diisi setelah pembelajaran selesai)

Siswa yang belum paham: (Diisi setelah pembelajaran selesai)